Tapaki Khidmah 76 Tahun Fatayat NU, Pimpinan Ranting Mojopurowetan Gresik Ziarahi Muassis

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Menandai Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU, Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Mojopurowetan Bungah Gresik berziarah ke Muassis Fatayat NU dan menggelar Gerakan Muhabbah Yatim, Ahad (26/4/2026). Foto: dok PR Fatayat NU Mojopurowetan/NUGres

GRESIK | NUGres – Langkah-langkah khidmat itu dimulai dari tanah sendiri—dari jejak yang paling dekat, namun penuh makna. Pada Ahad, (26/4/2026), Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Mojopurowetan mengawali rangkaian Harlah ke-76 dengan ziarah ke muassis di tingkat ranting. Sebuah ikhtiar sederhana, namun sarat pesan bahwa perjuangan besar selalu berakar dari lingkungan terdekat.

Di tengah suasana hening dan penuh takzim, para sahabat Fatayat menundukkan hati—bertawassul, melantunkan Yasin dan tahlil, serta menengadahkan doa. Dari titik inilah, sanad perjuangan itu ditautkan kembali, dari generasi kini kepada para pendahulu yang telah lebih dulu mengabdikan diri.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera Fatayat di Kantor Graha NU Ranting Mojopurowetan sebagai simbol semangat yang terus berkibar.

Tak berhenti di situ, Gerakan Muhabbah Yatim turut digelar sebagai wujud nyata kepedulian sosial—bahwa khidmah bukan hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan dalam aksi.

Perjalanan spiritual itu mencapai puncaknya saat rombongan melanjutkan ziarah ke makam pendiri Fatayat NU, Nyai Hj. Chuzaimah Manshur, di Makam Islam Telogo Pojok, Gresik. Di tempat ini, suasana terasa semakin mendalam—seakan para peziarah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga menyelami jejak panjang ketulusan dan perjuangan yang telah diwariskan.

Dengan penuh kekhusyukan, prosesi kembali dilaksanakan, tawassul, Yasin, tahlil, dan doa. Harapan yang dipanjatkan pun sama, yakni agar Fatayat NU, khususnya di Mojopurowetan, senantiasa istiqomah dalam menapaki jalan pengabdian.

Ketua PR Fatayat NU Mojopurowetan, Sahabat Nofiya Arini Hikmah yang akrab disapa Sahabat Nofi menyampaikan, rangkaian ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai.

“Ziarah ini bukan hanya mengenang, tetapi meneladani. Kita belajar tentang keikhlasan dan dedikasi para pendiri dalam mengabdi,” ungkapnya.

Mengusung tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, Harlah ke-76 Fatayat NU menegaskan bahwa perjalanan Fatayat NU bukan sekadar hitungan usia. Ia adalah jejak panjang pengabdian yang terus melahirkan perempuan-perempuan tangguh, yang berdaya dalam ilmu, berdampak dalam aksi, dan mampu menembus batas melalui karya.

Di penghujung kegiatan, kebersamaan diabadikan dalam sebuah foto. Dalam makna sederhana, bahwa perjuangan ini akan terus hidup, mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya, dengan semangat yang tak pernah padam.

Penulis: Ahmad Mubarok
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment