GRESIK | NUGres – Kegiatan Stagecraft SMANUSA kembali digelar dengan penuh semarak pada Jumat hingga Sabtu, 1–2 Mei 2026 di Aula Idham Khalid SMA NU 1 Gresik. Pagelaran teater tahunan ini menjadi bagian dari ujian praktik mata pelajaran teater bagi siswa kelas X dan XI, sekaligus ruang aktualisasi diri dalam bidang seni pertunjukan.
Sebanyak delapan kelompok teater dari berbagai kelas tampil dengan karakter dan gaya masing-masing. Setiap penampilan menghadirkan kekuatan cerita, penghayatan peran, serta eksplorasi artistik yang menunjukkan proses belajar yang tidak seragam, namun justru kaya makna.
Kegiatan ini juga diperkuat dengan kolaborasi dari komunitas eksternal, di antaranya Gresik Teater, Teater Cepak dari SMA Negeri 1 Gresik, serta kelompok teater dari SMA Negeri 1 Sidayu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA NU 1 Gresik, Saifuddin Zuhri, M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi Stagecraft yang telah berjalan selama 14 tahun. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah penting dalam membangun karakter siswa, tidak hanya dari sisi kreativitas, tetapi juga kemampuan bekerja sama dan mengelola kegiatan.
“Kegiatan ini mengajarkan siswa lebih dari sekadar tampil. Mereka belajar mengelola acara, membangun solidaritas, dan bertanggung jawab terhadap peran masing-masing,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut Guru Teater SMANUSA, Dicky Panca Aulia, S.Pd., menegaskan bahwa Stagecraft merupakan wujud nyata implementasi konsep Merdeka Belajar dalam bidang seni dan budaya. Ia menekankan bahwa setiap siswa menjalani proses yang berbeda dalam mencapai target pembelajaran.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa seni budaya, khususnya teater, adalah implementasi Merdeka Belajar yang menitikfokuskan pada diferensiasi proses. Setiap murid mengalami prosesnya masing-masing dalam menuntaskan target dan menaklukkan tantangan. Proses pembinaan pun berjalan seiring, menyesuaikan kebutuhan.
Murid tidak hanya belajar bagaimana seni pertunjukan digelar, tetapi juga belajar berkomunikasi, bersosialisasi, serta bagaimana menjadi manusia dan menghadapi manusia lainnya yang bersifat heterogen. Pada akhirnya, saya tahu ini memang berat, namun saya tahu ini tidak boleh berhenti,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Produksi Stagecraft 2026, Natasya Raffifah Asilah, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan yang dihadiri puluhan penonton, baik dari kalangan siswa, wali murid, maupun masyarakat umum. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa teater masih memiliki ruang apresiasi yang kuat di tengah lingkungan pendidikan.
Sebagai sekolah yang berkomitmen pada pengembangan seni dan kebudayaan, SMA NU 1 Gresik (SMANUSA) terus menjadikan Stagecraft sebagai agenda strategis dalam membangun ekosistem kreatif di kalangan siswa. Melalui kegiatan ini, sekolah tidak hanya mencetak siswa yang mampu tampil di atas panggung, tetapi juga individu yang matang secara emosional, sosial, dan kultural.
Dengan semangat keberlanjutan dan inovasi, Stagecraft SMANUSA diharapkan terus menjadi ruang belajar yang hidup. Tempat di mana seni, pendidikan, dan nilai kemanusiaan bertemu dalam satu panggung yang utuh.
Penulis: M. Badril Riza
Editor: Chidir Amirullah



