Cetak Kader Militan, PC GP Ansor Gresik Gembleng Puluhan Pemuda dalam PKD III PAC Menganti

Ikhtiar cetak kader militan, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gresik telah menggembleng puluhan pemuda di Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-3, di PAC GP Ansor Menganti pada 1-3 Mei 2026. Foto: dok PAC GP Ansor Menganti/NUGres

MENGANTI | NUGres – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik terus berikhtiar memperkuat fondasi organisasi melalui kaderisasi. Hal itu diwujudkan melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) III yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Menganti.

Kegiatan kaderisasi tingkat dasar tersebut dipusatkan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhar Menganti, Gresik, selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 1–3 Mei 2026.

PKD III ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai ranting se-Kecamatan Menganti. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menarik minat pemuda dari wilayah sekitar, termasuk Surabaya. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme generasi muda untuk berkhidmat di bawah naungan Nahdlatul Ulama melalui GP Ansor.

Sejak hari pertama pelaksanaan, suasana kegiatan tampak tertib dan disiplin. Sebelum memasuki ruang pelatihan, seluruh calon peserta diwajibkan mengikuti tahapan penyaringan (screening) yang dilakukan secara ketat oleh tim instruktur.

Proses ini menjadi instrumen penting untuk mengukur kesiapan mental, pemahaman dasar keagamaan, serta loyalitas calon kader terhadap organisasi.

Salah satu pemateri, Dr. Abdullah Farih, MM., M.Pd., menegaskan bahwa PKD merupakan kawah candradimuka bagi kader muda Nahdlatul Ulama.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC GP Ansor Gresik itu menekankan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak hanya diukur selama pelatihan berlangsung, tetapi juga pada keberlanjutan peran kader di tengah masyarakat.

“PKD merupakan candradimuka. Nilai kader harus terus berjalan dalam pendampingan pascapendidikan. Kader juga harus dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan agar regenerasi organisasi berjalan sesuai harapan dan tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya di sela kegiatan.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya wawasan kebangsaan untuk memperkuat komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman ideologi transnasional. Selain itu, peserta juga dibekali materi kepemimpinan organisasi guna membangun tata kelola organisasi yang adaptif, namun tetap berlandaskan nilai kesantunan.

Tidak kalah penting, materi Ke-Ansor-an dan Ke-NU-an turut diberikan sebagai proses internalisasi ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang menjadi bekal dalam berdakwah dan berkhidmat di tengah masyarakat.

Melalui PKD III ini, diharapkan lahir kader-kader muda yang tangguh secara intelektual dan kuat secara spiritual. Kegiatan ditutup pada Ahad dengan prosesi pembaiatan yang berlangsung khidmat. Para peserta secara resmi dikukuhkan sebagai kader GP Ansor yang siap menjadi benteng ulama dan bangsa.

Penulis: Akhmad Yaslim
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment