GRESIK | NUGres – Malam Selikur pada sepuluh malam terakhir Ramadan di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci, Manyar, Gresik akan kembali digelar dengan nuansa khidmat. Namun pada Ramadan 1447 H tahun ini, panitia menghadirkan sejumlah hal baru yang melibatkan peran besar para alumni.
Ketua Pengurus Pusat Himpunan Alumni Mambaus Sholihin (HIMAM), Dr. Maftuh, menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya Malam Selikur di pesantren tersebut diisi dengan rangkaian ibadah yang telah menjadi tradisi.
“Biasanya Malam Selikur diisi dengan pembacaan Yasin dan Tahlil, doa khatmil Qur’an, serta bacaan munajat pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Kegiatan dimulai setelah salat Tarawih dan berlangsung hingga sekitar pukul 00.00 WIB, kemudian ditutup dengan doa ibtihal ala Tarim Hadramaut di tengah lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu ciri khas kegiatan ini adalah tradisi munajat dan doa ibtihal yang diadopsi dari praktik spiritual masyarakat Muslim di Tarim, kawasan Hadramaut yang dikenal sebagai pusat keilmuan Islam.
“Ciri khasnya adalah mengadopsi beberapa ritual masyarakat Muslim di Tarim, seperti munajat dan doa ibtihal. Ini menjadi bagian dari transmisi ajaran dan tradisi Tarim ke Nusantara,” jelasnya.
Pada tahun ini, terdapat agenda baru yang menjadi perhatian, yakni kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh para alumni. Konsepnya dibuat menyerupai suasana berbuka di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan hidangan yang disajikan berderet di atas tikar di lapangan pesantren.
“Kegiatan buka bersama oleh jamaah alumni menjadi salah satu hal baru. Hidangan disajikan berderet di atas tikar di lapangan pondok, sekaligus menjadi ajang reuni para alumni,” kata Maftuh.
Ia menambahkan, alumni yang tergabung dalam HIMAM memiliki peran penting dalam menyukseskan kegiatan ini. Mereka berkontribusi melalui pendanaan mandiri, relawan lapangan, hingga koordinasi jamaah dari berbagai daerah.
“Alumni menjadi mesin penggerak acara. Mereka memberikan kontribusi materiil untuk konsumsi dan operasional acara, sekaligus turun langsung sebagai panitia, mulai dari kebersihan, penyambutan tamu, hingga dokumentasi. Selain itu, alumni juga mengoordinasikan rombongan jamaah dari berbagai daerah melalui koordinator wilayah,” terangnya, Kamis (5/3/2026).
Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah, panitia juga menyiapkan sejumlah langkah penataan. Sistem zonasi parkir dan pengaturan penempatan jamaah akan diterapkan dengan melibatkan Banser serta pihak keamanan setempat guna mengurangi kemacetan di kawasan Suci.
Selain itu, peningkatan fasilitas konsumsi juga menjadi perhatian utama dengan sistem distribusi yang lebih tertata agar ribuan jamaah dapat menerima talaman konsumsi secara tertib.
Pihak keluarga ndalem dan pesantren berharap para jamaah yang hadir dapat mengikuti kegiatan dengan niat ibadah dan menuntut ilmu.
“Harapannya jamaah hadir murni untuk thalabul ‘ilmi dan beribadah, bukan sekadar mengikuti keramaian. Jamaah juga diharapkan menjaga adab dan kebersihan, tidak meninggalkan sampah di area pesantren maupun di lingkungan warga,” pungkasnya.
Editor: Chidir Amirullah

