DRIYOREJO | NUGres – Di bawah hangatnya matahari pagi, halaman kecil Rumah Literasi Ulul Albab (RLUB) di Dusun Bunut, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, berubah menjadi lautan semangat. Puluhan anak dari berbagai Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah datang dengan wajah penuh antusias, membawa meja lipat dan alat tulis terbaik mereka, Ahad (12/10/2025).
Hari itu, mereka bukan sekadar menulis. Mereka menuturkan kisah pribadi, menuliskan potongan hidup dari hati yang jujur dan polos. Lomba Menulis Kisah Pribadi yang digelar RLUB menghadirkan empat tema pilihan yang dekat dengan keseharian mereka: Hari paling bahagia bersama keluarga, Sahabat Terbaikku, Aku dan Cita-citaku, serta Aku dan Prestasiku.
Suasana taman baca RLUB terasa hidup. Di tengah tumpukan buku dan aroma kertas yang khas, anak-anak berkompetisi dengan semangat yang tak kalah dari penulis dewasa. Inilah momen langka—sebuah pesta literasi yang menggembirakan di wilayah Driyorejo.
Dari Kursus Kecil Jadi Gerakan Literasi
Di balik kegiatan yang menginspirasi ini, berdiri sosok sederhana: Sholihudin Al Ayubi, M.Pd., pendiri sekaligus Ketua Rumah Literasi Ulul Albab. Dengan mata berbinar, ia menceritakan bagaimana lembaga ini tumbuh dari niat tulus sejak 2010.
“Awalnya, saya bersama istri hanya ingin mendampingi adik-adik di sekitar rumah belajar bahasa Inggris dan Arab. Lama-kelamaan, tempat ini berubah menjadi ruang belajar bersama dan tumbuh menjadi komunitas literasi,” tutur Sholihudin.
Kini, RLUB Driyorejo terus menggerakkan program literasi yang semakin luas, sejalan dengan dukungan pendanaan dari Pusat Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
“Beberapa hari lalu kami juga menggelar Reading Journey di Politeknik Driyorejo. Ke depan, kami siapkan kegiatan lain seperti Studi Tour Literasi, Belajar Bersama Turis, hingga Ziarah Religi,” imbuh dosen ISTAZ Gresik tersebut.
Doa dan Dukungan Mengalir
Acara itu turut dihadiri oleh komunitas literat muda dari UINSA, Rais Syuriyah MWCNU Driyorejo KH Nur Huddin, dan Ketua LP Ma’arif MWCNU Driyorejo Sulistiyono.
Dalam sambutannya, Sulistiyono menyampaikan apresiasi mendalam. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semoga menjadi pemicu lahirnya generasi penulis muda yang berprestasi. Kami berharap Festival Literasi seperti ini menjadi agenda tahunan,” ungkapnya penuh semangat.
Sementara KH Nur Huddin turut mendoakan agar anak-anak yang menulis hari itu kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, cerdas, dan bermanfaat bagi bangsa.
Dongeng yang Menghidupkan Imajinasi
Sebelum lomba dimulai, tawa anak-anak pecah ketika Maria Ulfah, pendongeng asal Surabaya, membawakan cerita edukatif hingga mengajak beberapa peserta tampil di depan. Canda, tawa, dan rasa percaya diri pun tumbuh bersama kisah yang ia sampaikan.
Begitu dongeng usai, anak-anak segera menunduk, larut menulis kisah pribadi mereka. Suasana berubah hening, hanya terdengar gesekan pena di atas kertas — seolah setiap anak sedang menulis mimpi mereka sendiri.
Inilah Para Juara Festival Literasi 2025

Setelah seluruh kisah selesai ditulis dan dinilai, terpilihlah para pemenang yang menorehkan inspirasi baru bagi teman-temannya:
- Juara 1: Novalia (SDN Wedoroanom),
- Juara 2: Miftah Fitiya Khoirunnisa (MI Sabilul Mubtadiin), dan
- Juara 3: Zidna Ilma Celica Tsaqib (SDN Wedoroanom).
Hari itu bukan sekadar lomba menulis. Ia menjadi perayaan kecil tentang keberanian anak-anak menulis kisah hidup mereka sendiri — sebuah langkah awal menuju masa depan yang gemar membaca, menulis, dan mencintai ilmu.
Editor: Chidir Amirullah

