Di Hadapan Ribuan Jamaah, Puncak Resepsi Harlah NU ke-103 MWCNU Bungah Gresik Jadi Ajang Transparansi

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Ribuan Nahdliyin mengikuti kegiatan puncak resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU (Hijriah) atau ke-100 (Masehi) yang dirangkai dengan Tahlil Akbar yang diselenggarakan MWCNU Bungah, Sabtu (31/1/2026). Foto: dok LTN MWCNU Bungah/NUGres

BUNGAH | NUGres – Ribuan Nahdliyin memadati halaman Universitas Qomaruddin, Gresik, pada Sabtu (31/1/2026) pagi. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungah menggelar puncak resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU (Hijriah) atau ke-100 (Masehi) yang dirangkai dengan Tahlil Akbar.

Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban yang Mulia”, acara ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum pelaporan kinerja organisasi yang menunjukkan kemandirian dan progresivitas MWCNU Bungah.

Tidak seperti biasanya, dalam pembacaan sholawat sebelum acara dimulai, Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) NU Bungah mempin sholawat dengan diiringi ‘gladen’ khas. Alunan nada sholawat khas ISHARI menjadi penyejuk dan menambah khidmat Jamaah dalam melantunkan shalawat Mahalul Qiyam.

Dalam laporannya, PJ Rais Syuriyah MWCNU Bungah, KH Ir Muhammad Hamdan, memaparkan capaian strategis organisasi. Salah satu sorotan utama adalah progres pembangunan Gedung MWCNU yang telah menelan dana sebesar Rp1,123 miliar.

“Dana tersebut bersumber dari kontribusi RSI Mabarrot sebesar Rp500 juta, KBIHU Rp200 juta, Kas MWC dari hasil Tahlil Akbar sebelumnya sebesar Rp300 juta, serta gotong royong keluarga besar MWCNU Bungah sebesar Rp123 juta,” terang Kiai Hamdan.

Saat ini, pembangunan berlanjut ke tahap finishing tampak depan dan plafon lantai dua dengan estimasi kebutuhan dana mencapai Rp400 juta. Selain fisik, MWCNU Bungah juga sukses melakukan pengkaderan melalui PD-PKPNU sebanyak tiga kali dengan total lulusan 460 kader.

Selain itu, terdapat beberapa pertemuan-pertemuan keagamaan rutin, mulai dari Lailatul Kopdar setiap bulan Ramadan, Ahad Legian, hingga Lailatul Ijtima tiap bulan bergilir di desa-desa di kecamatan Bungah. Dan di setiap Lailatul Ijtima, Ketua Tanfidhiyah MWCNU Bungah, KH. M. Alauddin selalu mendorong transparansi dan pelaporan keuangan dan kegiatan.

Lebih lanjut, MWCNU Bungah juga mengelola bantuan hibah Pemkab senilai Rp250 juta yang diwujudkan dalam 12 paket komputer, printer, meja, dan alat multimedia.

Transparansi juga ditunjukkan dalam laporan keuangan kegiatan resepsi ini. Total pemasukan tercatat mencapai Rp276.018.500, yang terdiri dari sumbangan dermawan (Rp43.400.000), kontribusi lembaga pendidikan (Rp47.478.500), dan infak jamaah atau yang diistilahkan sebagai “tiket hotel alam barzakh” sebesar Rp185.140.000.

Pj Rais Syuriyah MWCNU Bungah KH Hamdan saat membeberkan kinerja secara rinci. Foto: dok LTN MWCNU Bungah/NUGres
Pj Rais Syuriyah MWCNU Bungah KH Hamdan saat membeberkan kinerja MWCNU Bungah secara rinci dan transparan. Foto: dok LTN MWCNU Bungah/NUGres

Di sisi sosial, kepedulian warga NU Bungah terbukti nyata dengan terkumpulnya donasi untuk banjir Aceh sebesar Rp102.500.000.

Sementara itu, di sisi pelayanan jamaah, kabar gembira juga datang dari KBIHU MWCNU Bungah. Jumlah jamaah haji untuk musim 2026 melonjak drastis mencapai 204 jamaah, naik 70 persen dibanding tahun 2025.

“Tahun ini ada empat petugas dari unsur pengurus yang akan mendampingi, yakni KH M Alauddin sebagai PIH Kloter, H Moh Yunus Hasan sebagai PIH KBIHU, Ahmad Sodiq sebagai PHD, dan H Muwaffaq sebagai PIH Duduksampeyan,” tambah Kiai Hamdan.

Momentum Harlah ini juga ditandai dengan peresmian peningkatan status Klinik Pratama Muslimat NU Ancab Bungah menjadi Klinik Rawat Inap. Klinik ini menorehkan prestasi gemilang, di antaranya: 1) Peringkat 1 Faskes Berkomitmen kategori FKTP Swasta tingkat Kabupaten Gresik dari BPJS Kesehatan (2023). 2) Peringkat 1 Klinik dengan Capaian Tertinggi Indikator Nasional Mutu (2024). 3) Pemanfaatan Capaian Antrean Online Mobile JKN Terbaik kategori Klinik Pratama (2024).

Setelah menyampaikan transparansi, KH Ir Muhammad Hamdan menekankan pentingnya merawat lembaga pendidikan NU.

“Kita boleh mati, tetapi lembaga pendidikan Ma’arif tidak boleh mati. Sebab lembaga pendidikan Ma’arif adalah sekolah yang didirikan oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama pada masanya. Kalau lembaga pendidikan Ma’arif itu mati, berarti jariah kita selesai,” tegas Kiai Hamdan.

Sementara itu, Katib Syuriyah PCNU Gresik, KH Abdul Malik, mengingatkan bahwa NU bukan sekadar organisasi administratif. NU ini bukan hanya satu kumpulan-kumpulan daripada administrasi, tetapi suatu institusi yang di dalamnya adalah mengandung misi-misi tertentu. Di antaranya adalah himayatud din (menjaga agama) dan himayatud daulah (menjaga negara),” ujar Kiai Malik.

Ia juga menambahkan tentang sejarah perjuangan NU. “Jihad yang paling syar’i yaitu Resolusi Jihad saat itu. Belum ada tandingannya kira-kira. Maka marilah kita bangga menjadi orang NU,” imbuhnya.

Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh Wakil Rais PWNU Jawa Timur, Prof Dr KH Ali Maschan Musa. Dalam mauidhoh-nya, beliau menyinggung indeks kebahagiaan warga Jawa Timur.

“BPS, Badan Pusat Statistik resmi pemerintah mengumumkan bahwa provinsi yang paling bahagia adalah Provinsi Jawa Timur… Salah satu indikator isyarahnya mengapa kok Jawa Timur? Karena Jawa Timur itu model beragamanya paling moderat,” jelas Kiai Ali Maschan.

Kiai Ali Maschan juga mengingatkan pentingnya persatuan di tubuh NU dan melarang penggunaan organisasi untuk ambisi pribadi.

“Adapun secara pribadi orang NU pengen dadi bupati monggo, pengen dadi wakil bupati monggo… Tapi NU ndak boleh dibawa ke mana-mana… Yang membuat NU tidak bersatu lek penguruse golek jabatan (kalau pengurusnya mencari jabatan),” pesannya.

Wakil Rais Syuriyah MWCNU Bungah, KH Ali Maschan Moesa saat menyampaikan Mauidhah hasanah. Foto: dok LTN MWCNU Bungah/NUGres
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Ali Maschan Musa saat menyampaikan Mauidhah hasanah. Foto: dok LTN MWCNU Bungah/NUGres

Kiai Ali Maschan juga menyoroti tantangan era digital bagi generasi muda (Gen Z), terutama terkait kesehatan mental.

“Pemerintah mengingatkan bahwa yang paling banyak bunuh diri niku umur 15 sampai 28… Karena penyakit Alzheimer (di usia muda) karena kebanyakan HP-an… HP diletakkan, mau makan gak ono, itu namanya pikun plus,” kelakarnya yang sarat makna.

Sebagai penutup, beliau memberikan resep untuk menghilangkan stres dan kegelisahan hidup.

“Yang bisa menghilangkan stres, susah, sumpek (ada) tiga. Siji, sering menghadiri pengajian-pengajian… Namanya halaqah dzikir wat ta’lim… Itu faedahnya salah satu yang paling hebat menghilangkan stres,” pungkasnya.

Hadir dalam acara puncak, hadir secara langsung diantaranya PJ Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Moh Farhan, Mustasyar MWCNU Bungah KH Muhammad Nawawi Sholeh, Pj Katib Syuriyah MWCNU Bungah KH Rofiqul Amin, Wakil Rais MWCNU Bungah KH. Ali dan KH. Fathan Anwari, Ketua KBIHU MWCNU Bungah KH Yunus Hasan, Wakil Rais PRNU Bungah KH. Ustadz Ismail Kholilurrahman, bersama Ketua PRNU Bungah Ustadz Hamdi Ahmadi Muzjabi.

Beberapa pejabat dan tokoh masyarakat juga hadir, diantaranya Kabag Kesra Gresik Yusuf Anshori — yang mewakili Bupati Gresik, Penata Kelola Modal Ahli Muda Ahmad Weli Santoso, S.Sos.I, Camat Bungah Izul Muttaqin, Ketua AKD Kecamatan Bungah H. M. Shodiqin, Kapolsek Bungah dan Danramil Bungah, Perwakilan RSI Mabarrot MWC NU Bungah, Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin Ir. Ismail Hamim, Rektor Universitas Qomaruddin Prof. Dr. H. Aswadi. Kemudian, tampak pula beberapa tokoh perempuan (Muslimat), diantaranya yakni Nyai Hj. Aminatun Habibah, Ketua Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Bungah Hj. Aminah Ulfah, Ketua Pimpinan Ranting Muslimat NU Bungah Nyai Hj. Murtafaqoh, Nyai Hj. Nur Azizah Zawawi, Nyai Hj. Siti Zainab Ali, serta beberapa tokoh perempuan lain.

Untuk diketahui, sebelum acara resepsi puncak, MWCNU Bungah juga telah melakukan beragam kegiatan, diantaranya: Senam Sehat PAC Fatayat NU Bungah (26/12/2025); Workshop Penulisan Sejarah Muslimat NU Ranting (9/1/2026); Pencak Silat Se-Kab. Gresik PAC IPNU IPPNU (10-11/1/2026); Pengobatan Gratis RSI Mabarot MWCNU Bungah di 5 Titik (13, 15, 22, 24 & 27 Januari 2026); Ziarah Muasis PAC GP Ansor Bungah (24/1/2026); dan Pawai Ta’aruf LP Ma’arif NU Bungah.

Penulis: Maghfur Munif
Editor: Chidir Amrullah

Leave a comment