Fun Futsal Ala PAC IPNU Duduksampeyan Gresik Bikin Berkah!

Keseruan laga persahabatan bertajuk Fun Futsal antara tim futsal PAC IPNU Duduksampeyan menghadapi MAN 2 Gresik di Gedung WEP. Foto dok: PAC IPNU Duduksampeyan/NUGres

GRESIK | NUGres – Sabtu malam (31/5/2025), Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik jadi saksi keseruan pertandingan futsal antara tim Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Duduksampeyan menghadapi MAN 2 Gresik.

Laga persahabatan bertajuk Fun Futsal ini sekaligus menjadi sarana silaturahim, kaderisasi, dan ajakan nikmatnya berkhidmat di organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (NU) melalui pintu olahraga. Bukan melulu soal adu skor kemenangan, pertandingan ini juga diwarnai tawa renyah khas ala generasi Z NU.

Bermain sejak pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, laga persahabatan ini diikuti 16 pemain dari tim futsal PAC IPNU Duduksampeyan. Menariknya, mereka bukan hanya anggota aktif PAC, tapi juga alumni dan perwakilan ranting se-Kecamatan. Semangat lintas generasi benar-benar kental terasa di lapangan.

“Kami ingin mengenalkan organisasi NU dengan cara yang lebih santai dan dekat dengan anak muda. Futsal ini salah satu jalurnya,” terang Khabibur Rokhman, Wakil Ketua Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga PAC IPNU IPPNU Duduksampeyan, yang akrab disapa Khabib.

Menurutnya, pilihan mengajak tim dari MAN 2 Gresik bukan tanpa alasan. Selain kualitas permainan yang solid, para pemainnya juga masih muda dan potensial.

“Usia mereka masih panjang untuk berproses. Harapannya, setelah kenal kami, mereka bisa ikut berkhidmah di NU lewat jalur kaderisasi,” lanjutnya.

Meski demikian, di balik tendangan, dribel, dan sorakan pemain cadangan di pinggir lapangan, ada nilai yang ingin mereka jaga, yakni ikhtiar regenerasi.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan. Biar jalur kaderisasi melalui olahraga dan seni budaya tetap hidup,” harap rekan Khabib.

Sementara itu, alumni PAC IPNU Duduksampeyan Wasito Aji yang kini juga aktif sebagai asisten pelatih futsal di salah satu sekolah di Gresik mengaku senang bisa ikut bermain.

“Lawannya bagus, jadi mainnya tambah seru. Apalagi ada beberapa yang sudah kenal karena sering futsal bareng di desa. Jadi ya, ada canda-canda khasnya,” kata rekan Aji sambil tertawa renyah.

Saat ditanya motivasinya ikut main, ia menjawab sambil berkelakar ringan. Diajak oleh Wakil Ketua, jawabnya.

“Simpel, dijak sama wakil ketua. Lagian juga pengin ngawal adik-adik ranting biar makin semangat ikut kegiatan,” ujarnya.

Santai, menyenangkan, tapi tetap membawa nilai-nilai ke-NU-an yang dapat dijadikan sebagai budaya positif ala anak gen Z masa kini. Begitu kira-kira harapan dari kegiatan Fun Futsal malam itu.

Bola boleh berhenti ditendang ketika waktu telah habis, tapi semangat kaderisasi melalui pendekatan humanis ala kini tetap eksis.

Penulis: Febrian Kisworo
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment