MANYAR | NUGres – Berbagai kegiatan digelar warga Nahdliyin dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2025, mulai upacara resmi HSN, malam tirakatan, kirab santri, bahkan bakti sosial seperti yang digelar oleh Markaz Bayt Musa’adah (MBM) Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Suci, Manyar, Gresik.
Lembaga sosial pesantren ini didirikan untuk memfasilitasi keluarga pesantren, guru, dan alumni dalam mengelola infak dan sedekah. Dari dana itu kemudian disalurkan untuk meringankan biaya pendidikan santri-santri yang tidak mampu, menyantuni yatim piatu dan janda-janda masyarakat sekitar, termasuk janda-janda dari alumni.
Bahkan kini telah berkembang dengan mendirikan Rumah Sakit Bayt Musa’adah yang dalam tahap pembangunan.
Di moment HSN 2025, MBM Mambaus Sholihin menggelar pengobatan gratis, khitanan massal, pengobatan hijamah (bekam), ruqyah dan santunan. Bertempat di gedung Daarun Nadwa Rusyaifah, sebanyak 700 warga diundang mengikuti, terdiri dari para guru dan warga sekitar.
Sekretaris MBM, Dr. Frendis Syani Amrullah menuturkan bahwa kegiatan ini melibatkan tenaga medis klinik pesantren, tiga dokter spesialis, dan para alumni pesantren yang berprofesi sebagai tenaga medis.

“Mengingat jumlah sasaran yang besar, kami harus melibatkan banyak tenaga medis, baik dari klinik dan apotik pesantren sendiri, 3 dokter spesialis yang bertugas RSUD Ibnu Sina, dan alumni2. Kegiatan ini memang diminta langsung oleh pengasuh pesantren, Romo Kyai Masbuhin Faqih,” terang pria yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah UNKAFA Gresik ini, Rabu (22/10/2025).
Sementara itu Ketua MBM, M. Rizal menambahkan jika kegiatan ini benar-benar dirasakan oleh warga sekitar. Baksti seperti ini bukan pertama kalinya, kita pernah lakukan di desa Sumengko, Duduksampeyan juga.
Fasilitas pengobatan gratis oleh MBM ini, kata Rizal, dalam tidak hanya cek pemeriksaan biasa. Ada meja konsultasi dengan dokter spesialis syaraf, penyakit dalam dan dokter gigi. Juga disediakan bed bagi pasien yang butuh penanganan lanjutan.
“Selain itu, guna menghindari antrian panjang, 700 sasaran oleh panitia dibagi dalam tiga gelombang kedatangan,” terang M. Rizal memungkasi.
Editor: Chidir Amirullah

