MENGANTI | NUGres – Suasana semarak sekaligus penuh khidmat, berlangsung di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Menganti Gresik, pada Ahad (28/9/2025) malam. Hal ini seiring dengan berlangsungnya pelantikan Idarah Syu’biyyah Jatman (Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah) Kabupaten Gresik.
Pelantikan Idarah Syu’biyah Kabupaten Gresik masa khidmat 2025 – 2029 itu diketahui mengusung tema “Implementasi Thoriqoh dalam menumbuhkan Cinta Tanah Air”. Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan lampiran susunan kepengurusan yang telah diterbitkan oleh Idarah Aliyah Jatman.
SK dan lampiran tersebut dibacakan oleh Sekertaris Idarah Wustho Jatim, KH Moh. Rowi, M.Si. selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diumumkan 6 Idarah Ghusniyah yang berhasil dibentuk dari 16 Kecamatan Syu’biyah Gresik. Keenamnya antara lain, Idarah Ghusniyyah Duduksampeyan, Bungah, Kebomas, Menganti, Driyorejo, dan Wringinanom. “Untuk (pelantikan) Ghusniyyah, sementara nanti bersama-sama dengan Ghusniyyah yang lain, akan dilantik tersendiri di lain waktu,” terang Kiai Rowi.
Selanjutnya, prosesi pengukuhan serta ikrar kepengurusan Idarah Syu’biyah Kabupaten Gresik 2025 – 2029 dipimpin oleh KH Moh. Chusnan Ali. Ia merupakan Katib Ifadliyah Idarah Wustho Jatim. Namun, sebelum memandu ikrar, Kiai Chusnan mempertanyakan terlebih dahulu kesediaan dan kesiapan jajaran pengurus Idarah Syu’biyyah Jatman Kabupaten Gresik. Pertanyaan itu pun dijawab dengan kompak oleh para pengurus, “Siap!”.
Usai jajaran pengurus Idarah Syu’biyyah Jatman Kabupaten Gresik menyatakan ikrar, dilakukan penyerahan secara simbolis SK definitif dari Idarah Aliyah. SK tersebut diterima oleh Mudir Idarah Syu’biyyah Jatnan Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan ucapan selamat dengan bersalaman.
Menyampaikan sambutan selaku tuan rumah acara pelantikan Idarah Syu’biyyah Jatman Kabupaten Gresik, pemangku Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti Gresik, Dr KH Mulyadi, MM., menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf apabila ada kekurangan.
Sosok Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik itu juga memaknai pertemuan pada momentum sebagai wahana bersilaturahmi, meraup barokah, memohon doa, hingga menyambung spirit khidmah dari para kiai sepuh.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rais Ifadiyah Idarah Syubiyyah Jatman Kabupaten Gresik KH Achmad Qusyairi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para masyayikh, kiai dan ulama.
“Ngaturaken matur nuwun sanget, khususnya dumateng bapak Dr KH Mulyadi ingkang sampun memfasilitasi daripada semuanya kegiatan pelantikan meniko,” tutur Kiai Qusyairi. Ia juga menyampaikan bahwa Idarah Syu’biyyah di Kabupaten Gresik berdiri sejak tahun 2002 atau baru lima kali pelantikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan pengarahan Rais Ifadliyah Idarah Wustha Jatman Jatim yang disampaikan oleh KH Fathul Huda, merupakan Rais Ifadliyah Idarah Wustha Jatman Jatim. Dituturkannya bahwa dari sekian pekerjaan yang akan dan harus diprioritaskan adalah menjadikan Jatman sebagai perekat beberapa thoriqoh.
“Thoriqoh di Indonesia (berjumlah) lebih dari 40. Di jawa timur sama, ada 40. Di Gresik mungkin ada lebih dari 10. Karena semua thoriqoh adalah komunitas, dan setiap komunitas membanggakan dirinya. Ini perlu direkatkan, karena kalau sampai masing-masing thoriqoh ini merasa dirinya paling baik, maka hilanglah yoninya thoriqoh niki. Kita hilang ndak akan mungkin bisa wushul. Maka harus kita kendalikan, kita (Jatman) menjadi perekat, tujuannya sama, untuk wushup kepada Allah Swt,” ungkapnya.
Kiai Huda juga menyinggung, kalau saat ini perkembangan thoriqoh begitu luar biasa. Maka Jatman bertugas meluruskan thoriqoh yang tidak sesuai dengan Nahdlatul Ulama. “Jatman niki Mastur (tidak populer). Tiyang Thoriqoh piyambak niku tidak semuanya kenal dengan Jatman. Nopo maleh tiyang sing mboten Thoriqoh. Nopo malih NU. Kenapa saya sampaikan? Nek Jatman niki mesti NU, tapi nek NU dereng mesti Jatman,” tuturnya.
Selanjutnya, Maidhah Hasanah dan untaian hikmah disampaikan oleh KH Imron Jamil. Ia mewedar tentang hakikat manusia yang merujuk dalam Al Qur’an, hingga keluhuran manusia sebagai khalifah di muka bumi yang bermodalkan dzikir dan ilmu.
“Dadi wong iman, menungso niki kecipratan kemuliaane Nur Muhammad Saw. Mulane bejo banget, awake dewe iki nang dino akhr, kacek 1500 tahun karo Kanjeng Nabi, manggone yo adoh ning tanah Jowo, kok isih keduman iman, niki nikmat luar biasa.sing diparingne Allah Swt. Mulo kulo aturaken, bersyukurlah, manfaatkanlah, kegiatan thoriqoh yang ada ini menjadi suatu cara yang paling mudah, untuk menerima saluran Rahmat agung dari Allah Swt sekaligus untuk membuka suguhan nikmat sing pun disediani Allah Swt,” tutur Kiai Imron Jamil.
Selanjutnya Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Jawahir sebelum menutup doa, membagikan sejumlah hikmah, diantaranya kisah Sayyidina Ali yang meminta petunjuk kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw, tentang jalan yang paling dekat menuju Allah Swt. Rasulullah memberikan dzikir “La ilaha illallah”, yang selanjutnya turun temurun hingga kepada pengamal thoriqoh di Indonesia.
Selain dihadiri jajaran pengurus Jatman dari berbagai tingkatan, kegitan pelantikan ini juga dihadiri hadiri jajaran PCNU Gresik, MWCNU, jajaran Pimpinan Cabang Banom NU Gresik dan Anak Cabang, Forkopimda, Forkimpcam, TNI/Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Gresik.
Editor: Chidir Amirullah

