Kader IPNU IPPNU Gumeno Gresik Didorong Terapkan Etika Lingkungan dalam Pertemuan Rutin

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Gumeno Gresik mendorong para kader untuk menerapkan etika lingkungan dalam pertemuan rutin yang diselenggarakan secara berkelanjutan. Foto: dok PR IPNU IPPNU Gumeno/NUGres

MANYAR | NUGres – Ada hal menarik juga menginspirasi dari Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Gumeno. Organisasi pelajar ini menghadirkan program anyar yang keren dan bernilai edukatif dalam setiap pertemuan rutin yang mereka laksanakan.

PR IPNU IPPNU Gumeno merupakan bagian dari Badan Otonom Nahdlatul Ulama yang menaungi kalangan pelajar di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. Organisasi itu kini mulai menerapkan aturan kegiatan yang lebih tertib dan berpihak pada kelestarian lingkungan. Program baru tersebut mereka wujudkan melalui penerapan SOP ketat dalam setiap kegiatan. Langkah ini dimaksudkan agar para pelajar terbiasa dengan pola hidup yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Dalam pertemuan rutin pengurus menyampaikan bila kini terdapat tiga aturan utama yang harus dipatuhi seluruh peserta yang menghadiri kegiatan. Aturan pertama adalah kewajiban membawa tumbler atau tempat minum pribadi.

Aturan kedua adalah kewajiban menggunakan kotak makan yang tidak berbahan sekali pakai, sehingga plastik dan styrofoam tidak diperkenankan dalam bentuk apa pun. Kebijakan ini diambil agar penggunaan sampah sekali pakai dapat ditekan. Aturan ketiga, konsumsi yang dibawa peserta dibatasi maksimal sepuluh ribu rupiah. Selain melatih kesederhanaan, aturan ini juga mencegah pemborosan dalam setiap kegiatan.

Gerakan sederhana tersebut kemudian dijahit dalam slogan, “Syiarkan Islam, Selamatkan Lingkungan”. Bagi PR IPNU IPPNU Gumeno, dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Lebih jauh, mewakili PR IPNU IPPNU Gumeno, Ketua PR IPPNU Gumeno, Isna Rahmah Syaharani, menyampaikan bahwa program ini lahir dari kesadaran kolektif para pelajar akan pentingnya merawat bumi dan membiasakan perilaku yang lebih tertib sejak dini.

Menurutnya, pelajar hari ini harus menjadi teladan, bukan hanya dalam ibadah dan organisasi, tetapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan pelajar bisa berjalan dengan tertib, bersih, dan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. SOP ini bukan sekadar aturan, tapi bagian dari dakwah melalui tindakan,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Ketua PR IPNU Gumeno, Asrori, juga menambahkan bahwa langkah kecil ini menjadi bentuk refleksi bersama atas berbagai bencana alam yang belakangan terjadi, salah satunya banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Rekan Asrori bilang kalau kerusakan lingkungan dan kurangnya kesadaran manusia dalam menjaga alam menjadi salah satu penyebab bencana semakin sering terjadi.

“Ketika kita melihat saudara-saudara kita di Sumatra terdampak banjir, kita merasa terpanggil. Ini saatnya pelajar ikut mengambil peran, dimulai dari hal kecil. Mengurangi sampah, menjaga kebersihan, dan menumbuhkan tanggung jawab terhadap bumi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, pada rutinan pekan ini PR IPNU IPPNU Gumeno mengawali kegiatan dengan pembacaan doa bersama untuk para korban banjir Sumatra, memohon agar masyarakat yang terdampak diberi keselamatan, ketabahan, dan kemudahan dalam menghadapi musibah.

Rangkaian kegiatan rutin tersebut dimulai dengan pembukaan dan tahlil serta doa untuk korban banjir dilanjutkan dengan diskusi singkat mengenai peran pelajar dalam menjaga lingkungan, dan ditutup dengan pembacaan shalawat dan doa

Dengan semangat “Syiarkan Islam, Selamatkan Lingkungan”, PR IPNU IPPNU Gumeno berharap gerakan kecil nan sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi ranting lainnya di wilayah Kecamatan Manyar. Mereka ingin membuktikan bahwa konsistensi dalam hal kecil dapat menjadi kontribusi besar bagi keberlanjutan lingkungan, sekaligus wujud kepekaan sosial para pelajar terhadap musibah yang menimpa bangsa.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment