GRESIK | NUGres – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Gresik bersama Lakpesdam PBNU dan GIZ Germany, menggelar Pelatihan Psikososial bagi 10 desa dampingan Program Penguatan P2MI-BK (Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas). Kegiatan ini dilaksanakan selama Januari hingga Februari 2026.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendampingan program Desa Migran Emas (Demimas) yang menyasar keluarga dan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Gresik. Sejumlah desa telah menjadi lokasi pelaksanaan, di antaranya Desa Wotan pada 19 Januari 2026, Desa Lowayu pada 20 Januari 2026, dan Desa Dalegan pada Senin (26/1/2026).
Setiap pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai unsur, mulai dari keluarga PMI, purna PMI, Tim Kerja atau Satgas Demimas, kader Posyandu, Karang Taruna, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat. Selain tiga desa tersebut, pelatihan serupa juga direncanakan akan digelar di tujuh desa lainnya, yakni Campurejo, Ngemboh, Cangaan, Banyuurip, Mentaras, Imaan, dan Sumurber.
Pelatihan Psikososial ini difasilitasi oleh Khumaidatuz Zahroh, M.Psi., Psikolog, yang aktif di Lembaga Layanan Psikologi Optimize serta menjabat sebagai Wakil Ketua LKP3A Fatayat NU Gresik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kesehatan mental serta membangun kepekaan sosial, khususnya di lingkungan keluarga pekerja migran.
Mengangkat tema Konselor Sebaya Berbasis Komunitas serta Pelatihan Dasar Pengasuhan Anak bagi wali atau pengasuh anak pekerja migran, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peran aktif masyarakat dalam membangun pola asuh dan pola pikir yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi.
Sebelum pelatihan dilaksanakan, Tim Kerja atau Satgas Desa Migran Emas dari 10 desa dampingan telah menggelar rapat koordinasi bersama Tim Lokal Kabupaten Gresik Program Penguatan P2MI-BK. Salah satu kesepakatan yang dihasilkan adalah pentingnya pemberdayaan dan edukasi bagi keluarga serta purna PMI melalui Pelatihan Psikososial.
Pengurus Lakpesdam PCNU Gresik sekaligus anggota Tim Lokal Kabupaten Gresik Program Penguatan P2MI-BK, Mashul H, menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki peran strategis dalam penguatan kapasitas masyarakat.
“Pelatihan psikososial ini sangat penting bagi keluarga PMI maupun unsur masyarakat lainnya agar mampu memberikan counselor education yang bermanfaat serta praktik pendampingan yang baik,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Desa Dalegan, H. Moh. Qolib, S.Pd. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat desa yang mayoritas warganya bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Dalegan yang banyak warganya bekerja di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Hongkong. Selama ini, perhatian terhadap aspek psikososial keluarga PMI dan purna PMI masih minim. Dengan adanya program dari Lakpesdam dan PCNU Gresik ini, kami berharap seluruh elemen masyarakat semakin teredukasi,” ungkapnya.
Editor: Chidir Amirullah

