LDKS MANU Petung Gresik, Siswa Dibekali Kepemimpinan Organisasi hingga Penguatan ke-NU-an

Syafik Hoo - NUGres Syafik Hoo - NUGres
MANU Petung Panceng Gresik menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MANU Petung Gresik, pada 13 - 15 Januari 2026. Para siswa dibekali materi tentang Kepemimpinan, Keorganisasian hingga Penguatan ke-NU-an. Foto: dok MANU Petung/NUGres

GRESIK | NUGres – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) menjadi salah satu program kerja Organisasi Intra Madrasah (OSIM) Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Petung, bertujuan membentuk karakter siswa agar memiliki jiwa kepemimpinan yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas. LDKS MANU Petung tahun 2026 dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (13 – 15/1/2026), di Wisata Alam Gosari (Wagos) Ujungpangkah, Gresik.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota OSIM MANU Petung, Kecamatan Panceng, Gresik. Sebagian peserta berperan sebagai panitia dan instruktur, sementara lainnya mengikuti kegiatan sebagai peserta LDKS. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan keorganisasian siswa.

LDKS dibuka secara resmi pada Selasa (13/1/2026) malam oleh Kepala MANU Petung, Askori Ls. S.Ag., S.H., M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kegiatan LDKS. Pak Askori berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, baik dalam organisasi OSIM maupun di lingkungan Pelajar NU yakni Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU MANU Petung.

“Peserta LDKS harus mengikuti kegiatan ini dengan serius, disiplin, dan mampu mengamalkan ilmu yang didapat dalam berorganisasi. Apalagi LDKS tahun ini menghadirkan narasumber dari instruktur PD PKPNU Jawa Timur yang memberikan wawasan kepemimpinan, keorganisasian, dan ke-NU-an. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Materi penguatan ke-NU-an disampaikan oleh Chubab salah seorang pemateri dari PD PKPNU. Ia menekankan pentingnya pemahaman ke-NU-an dari aspek akidah, amaliyah, fikrah, harakah, hingga siyasah. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Mabadi Khaira Ummah.

LDKS tahun ini dikemas berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terlihat dari pemilihan lokasi, materi, nuansa kegiatan. Foto: dok MANU Petung/NUGres
LDKS MANU Petung dikemas berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan itu mulai dari pemilihan lokasi, materi, nuansa kegiatan hingga narasumbernya yang dihadirkan. Foto: dok MANU Petung/NUGres

Selain pelatihan kepemimpinan, kegiatan LDKS juga dimanfaatkan untuk rapat anggota dan penyusunan program kerja OSIM, PK IPNU IPPNU, serta Ambalan. Sebelumnya, madrasah telah melaksanakan pemilihan Ketua OSIM dan menggelar Rapat Anggota PK IPNU IPPNU sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MANU Petung, Nur Hadi, menyampaikan bahwa LDKS tahun ini dikemas berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terlihat dari pemilihan lokasi, materi, nuansa kegiatan, serta kehadiran para pemateri yang berpengalaman di bidangnya.

“Kami ingin LDKS tahun ini memiliki kesan yang berbeda. Selain dilaksanakan di Wisata Alam Gosari, kami juga menyajikan materi-materi penting tentang kepemimpinan dan keorganisasian. Kegiatan ini kami kemas dengan mode kemah dan pelatihan, serta didampingi oleh instruktur yang berpengalaman,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi tentang membangun jaringan dan komunikasi yang baik. Materi dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti peserta dengan antusias. Pemateri Nurhudi, alumni Universitas Negeri Malang, menjelaskan pentingnya kemampuan komunikasi dalam membangun relasi dan jaringan.

“Sebagai makhluk sosial, manusia perlu membangun jaringan atau networking. Untuk itu, diperlukan kemampuan komunikasi yang baik, baik secara verbal maupun nonverbal. Banyak konflik terjadi akibat miskomunikasi karena kurangnya pemahaman terhadap apa yang disampaikan pihak lain,” paparnya. Dalam sesi ini, para siswa juga aktif mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan.

Rangkaian LDKS ditutup secara resmi pada Kamis (15/1/2026) siang oleh Kepala MANU Petung. Dalam pesan penutupnya, Kepala MANU Petung berharap para peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan yang telah diperoleh, tidak hanya dalam organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, pembina, serta dewan guru yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

Penulis: Syafik Hoo
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment