LTMNU Gresik Gelar Pelatihan Tahsin Surat Al-Fatihah Bersanad untuk Imam Masjid, Musholla dan Guru Al-Qur’an

Luthfi Anshori - NUGres Luthfi Anshori - NUGres
Lembaga Takmir Masjid Nahdhatul Ulama (LTMNU) Gresik menggelar Pelatihan Tahsin Surat Al Fatihah Bersanad untuk Imam Masjid, Musholla dan Guru Al-Qur'an, Ahad (7/9/2025). Foto: dok LTMNU Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Gresik bersama Kampung Zakat Desa Petiyin Tunggal Dukun, Daarut Tauhiid (DT) Peduli, serta Akademi Super Tahfidz menggelar Pelatihan Tahsin Surat Al-Fatihah bersanad. Kegiatan ini khusus diikuti oleh para imam masjid/musholla dan guru Al-Qur’an.

Acara yang dipusatkan di Masjid Jamik Hadiyatul Ummah Desa Petiyintunggal Kecamatan Dukun, Gresik, Ahad (7/09/2025). Yang dihadiri oleh 130 peserta utusan dari berbagai takmir masjid, musholla, serta lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Sebagai narasumber utama adalah KH. Moh. Dzulhilmi Al Ghozali selaku imam tetap Masjid Sunan Ampel Surabaya yang memberikan tashih fashohah Surat Al-Fatihah. Sementara itu, Ust. Muhammad Marzuki Ihsan dari Sidoarjo menyampaikan materi tentang metode Super Tahfidz.

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Banyak pertanyaan diajukan, khususnya terkait standar bacaan imam shalat, terutama Surat Al-Fatihah sebagai rukun utama shalat.

Para narasumber menegaskan bahwa syarat menjadi imam bukan hanya memahami fiqih, tetapi juga memiliki bacaan Al-Qur’an yang paling baik, fasih, dan memiliki hafalan terbanyak.

H. Nasichun Amin, Ketua LTMNU Gresik, menekankan pentingnya kualitas bacaan imam shalat, terutama Surat Al-Fatihah.

“Membaca Al-Fatihah merupakan salah satu rukun qouli dalam sholat yang harus sangat diperhatikan. Apabila bacaan imam dalam Surat Al-Fatihah tidak fasih bahkan bisa merubah arti bacaannya, maka tanggung jawab imam terkait sah tidaknya sholat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa LTMNU Gresik akan melaksanakan kegiatan seperti ini secara berkala. “Supaya para imam shalat lebih memahami, mengerti, dan mampu meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’annya,” imbuhnya.

Nasichun Amin juga menambahkan bahwa ke depan diharapkan ada tim khusus di tingkat LTM MWC NU yang bisa membantu takmir masjid/musholla dalam menseleksi calon imam sholat.

“Nantinya mereka bisa di-SK oleh takmir masjid/musholla menjadi imam sholat rawatib yang mumpuni dan berkualitas serta terjamin kompetensinya. Dengan begitu, jamaah akan merasa lebih puas dalam berjamaah, yang pada akhirnya berdampak pada semakin semaraknya masjid dan musholla,” tegasnya.

Senada, Ust. H. Badruddin, Takmir Masjid Jamik Hadiyatul Ummah sekaligus Ketua Kampung Zakat Desa Petiyin Tunggal, merasa bersyukur atas terselenggaranya acara ini.

“Kami sangat bersemangat dan gembira bisa bersama LTMNU Gresik melaksanakan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.

Penulis: Luthfi Anshori 
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment