GRESIK | NUGres – PCNU Gresik melalui Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) mencanangkan gerakan sensus aset NU. Program ini menargetkan terdatanya seluruh aset NU berapa tanah yang dikelola oleh Ranting-ranting dan MWCNU, baik hasil wakaf, pembelian maupun hibah.
Dalam rangka program sensus itu PC LWPNU Gresik berkolaborasi dengan IPNU IPPNU melakukan bimbingan teknis (Bimtek) bagi relawan tingkat kecamatan yang terdiri dari kader-kader IPNU IPPNU. Bimtek digelar di aula lantai 2, Gedung PCNU Gresik Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, pada Sabtu (16/8/2025).
Mewakili PCNU Gresik, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik bidang pengelolaan aset, H. Saiful Kirom, menekankan pentingnya tata kelola aset sebagai bagian dari tanggung jawab pada umat serta amanah dari wakif.
“Selama Agustus ini, PCNU Gresik menggelar turba konsolidasi jam’iyah dalam rangka sosialisasi program sensus aset NU pada pengurus MWC dan Ranting. Beberapa daerah melaporkan temuan-temuan kasusistik soal aset. Mereka juga menyambut baik program ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC LWPNU Gresik, H. Mustoha dalam pengantar Bimtek mengakui bahwa sensus aset NU adalah program yang jadi landasan pengelolaan aset jam’iyah NU, karena ini menyasar aset yang sudah bersertifikat atas nama Perkumpulan NU maupun yang belum.
“Panjenengan semua ini relawan jihad institusional. Karena ini bukan hanya kerja administrasi, melainkan perjuangan penguatan organisasi. Jangan sampai di kemudian hari banyak kasus-kasus tuntutan terkait aset yang bermasalah,” ujar sosok yang juga merupakan komisioner Baznas Gresik.

Dalam Bimtek ini, 32 peserta dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Gresik mendapat bimbingan teknis terkait pengelolaan program oleh Wakil Sekretaris PCNU Gresik Ali Mujib, kemudian soal teknis disampaikan oleh Willy yang merupakan pengurus LWPNU.
Selain itu, sensus aset yang telah diprogramkan oleh PCNU Gresik melalui LWPNU bekerja sama dengan relawan IPNU IPPNU Gresik ini, nantinya akan memanfaatkan perangkat digital terintegrasi hingga tingkat cabang.
Editor: Tim Redaksi

