BUNGAH | NUGres – Kementerian Haji dan Umrah RI Kabupaten Gresik menggelar Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kecamatan Bungah dan Sidayu Tahun 2026/1447 Hijriah. Agenda ini menjadi ikhtiar penting dalam memberikan pelayanan dan pembinaan agar Calon Jamaah Haji (CJH) lebih siap secara mental dan praktis saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Haji Ramah Disabilitas, Lansia, dan Perempuan’ tersebut diselenggarakan di Masjid Al-Islah, Bungah, Gresik. Manasik ini diikuti oleh 193 jamaah dari Kecamatan Bungah dan 86 jamaah dari Kecamatan Sidayu, dengan total keseluruhan mencapai 279 jamaah.
Pelaksana kegiatan Manasik Haji Terintegrasi ini adalah Pengurus KBIHU MWCNU Bungah, KBIHU Al-Miftah, dan KBIHU Al-Karimi, dimana Drs. H. Muhammad Yunus selaku Ketua KBIHU MWCNU Bungah ditunjuk juga sebagai Ketua Pelaksana manasik. Pihaknya menjelaskan bahwa manasik ini dirancang secara maraton untuk memastikan kesiapan lahir batin jamaah. Rangkaian bimbingan telah dimulai sejak Sabtu (14/2/2026) yang dibuka dengan materi Manasik Haji dan Umrah oleh H. Kamal Musthofa, serta bimbingan khusus bagi lansia dan disabilitas oleh Ketua KBIHU Al Miftah, H. Djari Ahmad, MM.
Memasuki hari kedua, Ahad (15/2), jamaah menerima pendalaman materi mengenai perjalanan haji dan kebijakan layanan. Intensitas bimbingan akan berlanjut pada Senin (16/2) esok dengan fokus pada aspek hukum melalui materi Fiqih Haji dan Fiqih Umrah yang akan disampaikan oleh KH. M. Alauddin, Lc. M.SEI. Puncaknya, pada Selasa (17/2), seluruh jamaah akan terjun langsung melakukan praktik manasik haji dan umrah di bawah bimbingan Dr. H. M. Muwaffaq bersama tim instruktur.
H. Yunus mengapresiasi antusiasme peserta yang mencapai 85 persen kehadiran. “Tindak lanjut dari manasik ini adalah pendampingan berkelanjutan dari masing-masing KBIHU untuk memantau perkembangan jamaah. Mengingat besok ada cuti bersama, kami berharap kehadiran jamaah pada materi fiqih dan praktik akan semakin maksimal agar mereka benar-benar mandiri di Tanah Suci,” pungkasnya.
Dalam sesi materi Kebijakan Layanan Haji, Sekdirjen Bina Pelayanan Haji, Dr. H. Abdul Haris Hasan, menekankan pentingnya memahami persoalan keseharian yang tampak remeh namun vital bagi kenyamanan ibadah. Beliau mengingatkan jamaah untuk waspada terhadap perbedaan fasilitas di Arab Saudi, termasuk soal penggunaan air.
“Musim haji besok diprediksi agak panas. Panjenengan harus hati-hati, keran di sana ada kiri dan kanan; kiri untuk air dingin, kanan untuk air panas. Ini masalah remeh, tapi kalau salah putar bisa jadi masalah serius,” pesan Dr Haris di hadapan para jamaah.
Tak hanya soal air, Dr. Haris juga membedah detail teknis mulai dari penggunaan shower, gantungan baju, kunci hotel, hingga jasa cleaning service dan urusan mencuci pakaian (kumbahan). Hal ini bertujuan agar jamaah tidak mengalami culture shock atau kendala teknis yang bisa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Terkait aturan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Dr. Haris mengingatkan jamaah untuk tidak membawa atau membentangkan spanduk dalam bentuk apa pun, termasuk di area hotel.
“Jika ada laskar (keamanan Saudi) yang melihat, hal itu akan dipermasalahkan. Gunakan waktu untuk beribadah, dan jika ingin berfoto, carilah lokasi yang memungkinkan tanpa melanggar aturan,” tegasnya. Ditambahkannya, agar barang-barang seperti cowek (cobek) sebaiknya ditaruh di bagasi untuk menghindari pemeriksaan ketat.
Hadir dalam acara tersebut, jajaran Rais MWCNU Bungah, Katib MWCNU Bungah, PCM Bungah, Ketua PAC Muslimat Bungah, Ketua PCM Aisyiah Bungah, dan para tamu undangan lain.
Penulis: Maghfur Munif
Editor: Chidir Amirullah

