MWCNU Cerme Gresik Ikhtiarkan Organisasi yang Tertib, Mandiri, dan Bermanfaat

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Konsolidasi organisasi dilaksanakan MWCNU Cerme dengan melibatkan seluruh elemen Nahdlatul Ulama yang tersebar di wilayah Kecamatan Cerme, Gresik. Foto: dok MWCNU Cerme/NUGres

CERME | NUGres – Konsolidasi organisasi terus diikhtiarkan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cerme, Gresik. Seluruh elemen NU mulai dari badan otonom (Banom), lembaga, hingga pengurus ranting dikumpulkan dalam forum pembinaan dan rapat konsolidasi, Ahad (6/7//2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH. Ghufron Thohir, YPI Darussalam Cerme itu mengusung tema “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat”. Forum tersebut menjadi ruang sinergi bersama guna menyamakan langkah dan menyusun program kerja secara terorganisir dan berkelanjutan.

Bahas Program Prioritas

Agenda utama konsolidasi meliputi pembahasan program-program strategis. Mulai dari tindak lanjut hasil Musyawarah Kerja (Musyker) MWCNU Cerme yang dipaparkan oleh Wakil Ketua Tanfidziyah, Ust. Nur Cholis dan Wakil Sekretaris, Ust. Muhyiddin Abror, M.Pd.

Berikutnya, sosialisasi wakaf dan penataan aset NU di tingkat ranting disampaikan oleh Ketua LWPNU Cerme, Ust. Muhammad Zainuddin, M.Pd. Ia menekankan pentingnya tertib pengelolaan aset sebagai bagian dari kemandirian organisasi.

Isu pemberdayaan ekonomi warga juga dibahas lewat program S3 (Shodaqoh Sedino Sewu) dan penguatan Lazisnu. Ketua Lazisnu Cerme, Ust. Mahfudz, S.Pd, menjadi pemateri sesi ini.

Untuk penguatan kaderisasi, Ketua Lakpesdam MWCNU Cerme, Ust. Mas’ud, S.Pd, memaparkan kesiapan pelaksanaan Pendidikan Dasar Kader Penggerak NU (PD-PKPNU) di tingkat ranting.

Sementara itu, Ketua LDNU Cerme, Ust. Mas’udin, M.Pd, menjelaskan rencana penerbitan seribu buku panduan Lailatul Ijtima’ dan wirid-wirid amaliyah lainnya untuk ranting dan lembaga.

Materi keadministrasian ranting juga turut dibahas. Ust. Nur Qomari, M.Pd, selaku Sekretaris Tanfidziyah MWCNU Cerme, menjelaskan pentingnya tata kelola administrasi yang baik.

“Setiap pengurus ranting di Cerme perlu memahami penyelenggaraan administrasi secara baik dan benar, mulai dari penomoran, kode surat, kegunaan surat, hingga pembuatan stempel ranting sesuai AD/ART PBNU,” jelasnya.

“Dengan tertib administrasi, insyaAllah kinerja ranting akan lebih terarah dan terukur,” ungkapnya penuh semangat.

Sinergi
Sinergi yang kuat antar pengurus dari ranting hingga MWC adalah modal utama organisasi ini bergerak optimal. Foto: dok MWCNU Cerme/NUGres

Sinergi dan Arah Gerak NU

Wakil Rais Syuriah MWCNU Cerme, KH. Mahrus Huda, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjalankan amanah organisasi dengan benar.

“Alhamdulillah, MWCNU Cerme secara bertahap terus berikhtiar agar seluruh program Musyker bisa berjalan dengan baik. Kita niatkan bersama sebagai amal jariyah untuk kemaslahatan umat,” ungkapnya penuh harap.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme, Ust. Harianto, M.Pd, menyoroti pentingnya penguatan sinergitas pengurus dan keberadaan Banom di level ranting.

“Sinergi yang kuat antar pengurus dari ranting hingga MWC adalah modal utama organisasi ini bergerak optimal,” jelasnya.

“Bagi ranting yang belum memiliki Banom, segera koordinasikan dengan Ketua Banom tingkat Kecamatan,” tuturnya.

NU Cerme Menatap Maju

Melalui forum ini, MWCNU Cerme berharap program-program strategis dapat dijalankan secara solid dan terukur. Konsolidasi ini sekaligus menjadi tonggak awal untuk membangun NU Cerme yang progresif dan mampu memberi maslahat nyata bagi umat, bangsa, dan negara.

Dengan kolaborasi semua elemen, MWCNU Cerme optimis menatap masa depan. Bergerak bersama umat untuk Indonesia yang maslahat dan berdaya saing global.

Penulis: Arif Fakhruddin
Editor: Febrian Kisworo

Leave a comment