GRESIK | NUGres – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik melalui Bidang Hukum, Politik, dan Advokasi menggelar Webinar Series 1 bertema “Advokasi Kebijakan Responsif Gender” pada Rabu, 10 September 2025.
Ketua PC Fatayat NU Gresik, Masruroh, dalam sambutannya menegaskan pentingnya gerakan bersama dalam advokasi kebijakan.
“Kita perlu terus menguatkan komitmen untuk bergerak bersama. Melalui kegiatan penguatan kader ini, Fatayat NU menegaskan perannya sebagai wadah perempuan muda NU untuk mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak pada perempuan dan perlindungan anak,” ujarnya.
Sahabat Masruroh menambahkan, perempuan merupakan aset sebuah bangsa. Sehingga, jika diberdayakan dengan baik, perempuan mampu memberikan pengaruh besar bagi kemajuan peradaban.
“Karena itu, Fatayat NU harus hadir bukan hanya di tingkat pusat, tetapi juga solid bergerak dari ranting, PAC, hingga PC,” imbuhnya.
Webinar diikuti 104 peserta terdiri dari perwakilan Bidang Hukum, Politik, dan Advokasi dari setiap PAC serta ranting Fatayat NU se-Gresik. Acara ini dipandu Faqihatin selaku Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Advokasi.
Hadir memberikan pemaparan materi secara daring Nur Khosi’ah selaku pembina PC Fatayat NU Gresik sekaligus Sekretaris LKP3A Fatayat NU, PP Fatayat NU. Kemudian, Hj. Naily Itqianah selaku Wakil Ketua III PC Fatayat NU Gresik menyampaikan sejumlah sosialisasi dan pengantar kegiatan webinar.
Sahabat Naily bilang bahwa Fatayat NU Gresik melalui Bidang Hukum, Politik, dan Advokasi terus fokus pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Program advokasi diarahkan untuk memastikan pengarusutamaan gender (PUG) hadir dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Selain itu, PC Fatayat NU juga merumuskan program Pendidikan Politik untuk Perempuan, Sahabat P4GN, keluarga HARSA (Harmonis, Setara, dan Saling Menguatkan), serta sosialisasi pencegahan kekerasan di sekolah dan pondok pesantren,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Fatayat NU Gresik juga menghadirkan program GERTAK Perempuan (Gerakan Tenaga Kerja Perempuan) yang berfokus pada isu ketenagakerjaan.
Pada gilirannya, sahabat Nur Khosi’ah menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader Fatayat NU di bidang advokasi. Ia menyontohkan program di Desa Sukorejo, Bungah, Gresik yang tengah diarahkan menjadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
“Fatayat NU mendampingi berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan penyusunan kebijakan responsif gender, pengembangan usaha perempuan, hingga pelatihan kepemimpinan perempuan,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menyanpaikan bahwa hasil dari pendampingan itu diantaranya yakni kesadaran perempuan untuk terlibat dalam pembangunan desa semakin meningkat, serta munculnya kader-kader perempuan yang terampil dalam manajemen usaha dan keuangan keluarga.
“Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan bersama untuk mendukung Sukorejo sebagai DRPPA, sebagai wujud nyata kolaborasi dalam mewujudkan desa yang ramah, inklusif, serta berpihak pada kepentingan perempuan dan anak,” jelas sahabat Nur Khosiah dalam serangkaian pemaparannya.
Webinar ini menjadi langkah nyata dalam penguatan kader-kader Fatayat NU di Gresik, sekaligus tindak lanjut komitmen organisasi dalam mendorong lahirnya kebijakan yang responsif gender, baik di tingkat desa maupun kabupaten.
Penulis: Nensi Indriati
Editor: Wenda Febrianti

