DUKUN | NUGres – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun Gresik turut dalam kegiatan istighosah dan doa bersama yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), Selasa (2/12/2025).
Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting sebagai ikhtiar memohon keteduhan, perlindungan, dan keselamatan bangsa di tengah berbagai bencana dan musibah.
Sementara pelaksanaan di lingkungan MWCNU Dukun dipusatkan di Musholla Annahdlah Kantor MWCNU Dukun, Jalan Raya Mojopetung 9, Kecamatan Dukun, Gresik.
Pengurus harian MWCNU, badan otonom, serta berbagai lembaga di bawah naungan MWCNU hadir untuk mengikuti rangkaian doa bersama yang diselenggarakan secara virtual oleh PWNU Jatim dari Gedung KH Hasyim Asy’ari Lantai 3 di Surabaya.
Dalam siaran tersebut, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC H. Taufiq Mukti, alumni SMA A. Wahid Hasyim 92 Tebuireng Jombang. Peserta kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan yang dipandu oleh Idam dan Fiqur.
Setelah itu, Ahmad Ainur Rozikin membacakan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat, dilanjutkan pembacaan istighosah oleh KH Dr. Ahsanul Haq.
Ketua MWCNU Dukun Gresik, KH Moh. Sholeh, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan dapat mengikuti agenda doa bersama tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bermunajat kepada Allah SWT sekaligus refleksi bersama terhadap berbagai ujian yang menimpa bangsa.
“Semoga ikhtiar ini membawa keteduhan dan keselamatan bagi kita semua, serta menjadi muhasabah untuk perbaikan ke depan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan pusat di PWNU Jatim, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Kikin A. Hakim Mahfudz, mengajak warga NU untuk memperbanyak doa di tengah meningkatnya bencana di berbagai daerah.
Ia menekankan pentingnya memperkuat spiritualitas agar Jawa Timur dan seluruh Nusantara senantiasa diberi perlindungan Allah Swt.
“Mari kita berdoa dan beristighosah dengan sungguh-sungguh. Semoga niat dan tujuan baik kita dikabulkan Allah Swt,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa keselamatan oleh para masyayikh NU, di antaranya KH Abdul Matin Djawahir, KH Jazuli Nur LC (Madura), Dr. KH Romadhon Khotib (Malang), KH Mustaqim Basyari (Madiun), KH Adlim Kholili (Bangkalan), KH Khusnan Dimyati (Tuban), KH Yahya Badrus Sholeh SH (Purwosari), KH Abdul Hakim Machfudz (Tebuireng), dan romo KH Anwar Manshur (Lirboyo Kediri).
Penulis: Syafik Hoo
Editor: Chidir Amirullah

