Ramadan 1447: Kapan Tradisi Sanggring Kolak Ayam Gumeno, Malam Selawe, dan Pasar Bandeng Gresik Digelar?

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Gelaran Munajat dan Doa bersama di tengah Tradisi Malam Selawe pada Ramadan 1446 H/2025 M tahun lalu. Foto: dok NUGres

GRESIK | NUGres – Ramadan selalu menghadirkan denyut tradisi yang khas di Kota Santri, salah satu julukan Kabupaten Gresik. Selain ibadah yang kian khidmat, masyarakat juga menanti agenda budaya yang telah mengakar dan diwariskan lintas generasi.

Jika berdasarkan kalender Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) untuk Ramadan 1447 H/2026 M tahun ini, berikut jadwal pelaksanaan tradisi yang dinantikan warga:

1. Sanggring Kolak Ayam Gumeno

Tradisi Sanggring atau Kolak Ayam Gumeno yang digelar setiap malam ke-23 Ramadan tahun ini jatuh pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan dipusatkan di lingkungan Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno, Kecamatan Manyar.

Tradisi ini bukan sekadar membagikan hidangan kolak ayam. Ia adalah simbol doa, sedekah, sekaligus penguat ikatan sosial masyarakat. Warga berkumpul, memanjatkan harap, lalu menikmati sajian khas yang telah lestari selama berabad-abad.

Ramadan tahun lalu, tradisi Sanggring Gumeno—yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb)—genap berusia lima abad. Saat itu, panitia menyiapkan sekitar 3.500 porsi Sanggring dengan bahan 279 ekor ayam, menjadi bukti kuatnya partisipasi dan semangat gotong royong masyarakat.

2. Malam Selawe

Tradisi Malam Selawe—bermakna malam ke-25 Ramadan—tahun ini bertepatan dengan Sabtu, 14 Maret 2026. Ribuan jamaah diperkirakan kembali memadati kawasan makam Sunan Giri untuk berziarah dan bermunajat.

Pada Ramadan 1446 H lalu, puncak Malam Selawe digelar khidmat di Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri, Senin malam (24/3/2025). Ribuan jamaah berkumpul mengumandangkan Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali secara bersama-sama sebagai ikhtiar menjemput malam Lailatul Qadar.

Kala itu munajat dipimpin Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Ainur Rofiq Thoyyib, yang juga Wakil Rais Syuriyah PCNU Gresik. Sebelum pembacaan dimulai, ia menegaskan bahwa lantunan ayat-ayat suci diharapkan menjadi penerang hati dan jalan mengetuk rahmat Allah Swt.

Rangkaian doa diawali dengan pembacaan Surat Al-Qadr, At-Takasur, Al-Kafirun, dan Ayat Kursi, sebelum kemudian jamaah serempak membaca Surat Al-Ikhlas hingga 1.000 kali. Suasana masjid pun dipenuhi gema doa yang syahdu.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya menjaga tradisi warisan para pendahulu. Menurutnya, Malam Selawe adalah momentum meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan Sunan Giri serta menjaga istiqamah dalam merawat budaya religius.

3. Pasar Bandeng Gresik

Sementara itu, Pasar Bandeng akan digelar mulai malam ke-27 hingga 29 Ramadan, yakni pada 16–18 Maret 2026. Tradisi tahunan ini selalu menjadi magnet ekonomi sekaligus perayaan budaya, menghadirkan bandeng-bandeng pilihan dengan berbagai ukuran.

Pada Ramadan tahun lalu, puncak Pasar Bandeng dihelat di Jalan Basuki Rahmat, kawasan heritage Kabupaten Gresik yang dikenal dengan sebutan Bandar Grissee. Ribuan warga tumpah ruah, menyemarakkan denyut perdagangan yang telah hidup sejak ratusan tahun silam.

Dengan rangkaian tradisi tersebut, Ramadan di Gresik bukan sekadar momentum spiritual. Ia adalah ruang perjumpaan antara doa dan budaya, antara warisan leluhur dan semangat generasi kini—yang terus dirawat agar tetap hidup, hangat, dan bermakna.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment