CERME | NUGres – Menyambut Hari Santri Nasional 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cerme melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), telah menggelar Pembinaan dan Pelatihan Guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Sekolah Sehat, Senin 13 Oktober 2025.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula KH. Ghufron Thohir YPI Darussalam Cerme ini dihadiri lebih dari 70 guru UKS dari berbagai jenjang, mulai dari TK/RA, SD/MI, MTs/SMP hingga SMA/MA/SMK se-Kecamatan Cerme, Gresik.
Acara diawali dengan pembukaan dipandu oleh M Choirul Anwar M.Pd yang juga merupakan Ketua PAC Ansor Cerme, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon oleh Firdatun Nikmah dari PAC Fatayat NU Cerme.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme Ustadz Harianto M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan kesehatan.
“Kesehatan anak dan warga sekolah adalah fondasi dari pendidikan yang kuat. Melalui pembinaan ini, guru UKS dapat menjadi garda depan dalam mewujudkan sekolah yang sehat dan ramah santri,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Mustasyar MWCNU Cerme Drs H Saiful Kirom MM menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga NU dalam peningkatan kualitas kesehatan sekolah.
“Program UKS harus menjadi gerakan bersama. Guru tidak hanya mengajar, tapi juga membimbing siswa agar sehat jasmani dan rohani. Melalui kegiatan seperti ini, kita menyiapkan generasi santri yang kuat, cerdas, dan berkarakter,” tegas sosok yang juga Wakil Ketua PCNU Gresik itu.

Sebelum memasuki sesi materi, kegiatan diakhiri dengan Mauidhah hasanah idhotul dan do’a oleh Rais Syuriyah MWCNU Cerme Drs. KH. Arsyad Jauhari yang menyampaikan pentingnya keberkahan ilmu dan kesehatan sebagai nikmat besar yang harus dijaga.
“Guru UKS bukan sekadar petugas kesehatan sekolah, tapi bagian dari ikhtiar dakwah bil hal, berdakwah melalui perawatan dan perhatian. Kesehatan itu amanah Allah yang harus dijaga dengan penuh kasih,” tutur Kiai Arsyad.
Ketua LKNU MWCNU Cerme dr. Ahmad Izzudin Afif, sekaligus moderator kegiatan, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme luar biasa dari peserta.
“Target awal kami hanya 30 guru, namun yang hadir mencapai lebih dari 70. Ini menunjukkan semangat luar biasa dari para pendidik untuk belajar dan peduli terhadap kesehatan anak didik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal LKNU Cerme dalam memperkuat peran guru UKS sebagai mitra strategis dalam menjaga kesehatan siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
Hadir dua narasumber dari RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik. Dalam kesempatan itu dr Hedi Mustiko Sp.A merupakan dokter spesialis anak membahas penanganan awal kasus-kasus umum kesehatan anak di sekolah.
Sementara dr Alifatul Maslachah Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam, memberikan pemahaman tentang pencegahan penyakit menular dan non-menular di lingkungan sekolah.
Para peserta sangat antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar praktik penanganan medis dasar di sekolah dan strategi menjaga kebersihan lingkungan belajar.
Salah satu peserta Firdatun Nikmah menuturkan kesannya. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan aplikatif.
“Kami mendapat wawasan baru tentang cara menanggulangi masalah kesehatan anak di sekolah. Semoga LKNU Cerme bisa rutin mengadakan kegiatan serupa,” kata Firda.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama LKNU Cerme, MWCNU Cerme, RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik, Klinik Husnul Khotimah Benjeng, Stesa Hijab, dan SMK YPI Darussalam 2.
Melalui pembinaan ini, LKNU Cerme tidak hanya memperingati Hari Santri Nasional 2025, tetapi juga memperkuat peran guru sebagai pionir dalam mewujudkan sekolah yang sehat, bersih, dan berdaya. Semangat “Sehat Bersama Santri, Sehatkan Negeri”, menjadi penutup manis dari kegiatan penuh makna tersebut.
Penulis: Arif Fahrudin Insani
Editor: Chidir Amirullah

