GRESIK | NUGres – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik mencanangkan sejumlah kegiatan. Kegiatan ini disiapkan dalam rangka menyambut Peringatan Harlah ke-100 Tahun Nahdlatul Ulama berdasarkan tahun Masehi.
Rangkaian acara tersebut dirumuskan melalui musyawarah bersama. Melibatkan jajaran PCNU Gresik, lembaga, serta badan otonom NU. Musyawarah digelar pada Selasa (6/1/2026) siang. Bertempat di Gedung NU Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Gresik.
Peringatan Harlah 1 Abad NU bertepatan pada 31 Januari 2026. Momentum ini menjadi ruang refleksi perjalanan satu abad jam’iyyah NU. Sejalan dengan itu, PBNU mengusung tema besar, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.
Hasil rapat koordinasi menyepakati sejumlah agenda. Kegiatan direncanakan berlangsung mulai 30 Januari hingga 8 Februari 2026. Seluruh unsur dan level kepengurusan NU di Kabupaten Gresik dilibatkan secara aktif.

Rangkaian diawali dengan Ziarah Muassis dan Penggerak NU lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026. Ziarah digelar serentak di seluruh level kepengurusan NU.
Agenda berikutnya adalah Apel 313 Kader NU. Kegiatan ini dirangkai dengan Mujahadah Kubro. Dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026. Bertempat di Puncak Giri Kedaton, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual dan militansi kader NU.
Selanjutnya, Lokakarya Governing NU akan digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026. Bertempat di Aula PCNU Gresik. Lokakarya ini difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi serta peningkatan kapasitas kepengurusan.
Sebagai penutup rangkaian, PCNU Gresik menggelar Konsolidasi Akbar Syuriyah NU Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026. Bertempat di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Agenda ini menjadi ruang konsolidasi ulama sekaligus penguatan arah khidmah jam’iyyah NU di Gresik.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PCNU Gresik meneguhkan komitmen. Merawat tradisi. Memperkuat persatuan. Serta menguatkan peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan peradaban.
Editor: Chidir Amirullah

