GRESIK | NUGres – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur terus berinovasi dalam memperkuat kapasitas kader menghadapi tantangan era digital melalui kegiatan Pelatihan Cerdas Digital (Cerdig) bertema “Mengoptimalkan Strategi dan Pembuatan Konten Media Sosial dengan AI”.
Pelatihan yang sukses dihelat pada 18 Oktober 2025 itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Fatayat NU untuk membekali para kader. Dengan kemampuan strategis dan teknis dalam pengelolaan media sosial, komunikasi publik, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara beretika dan produktif.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kader dari berbagai cabang Fatayat NU se-Jawa Timur, dengan dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, PC Fatayat NU Gresik turut mendelegasikan lima orang anggotanya untuk menjadi peserta aktif, sekaligus memperkuat komitmen cabang dalam mengembangkan strategi dakwah dan publikasi organisasi berbasis digital.
Dalam sambutannya, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Sahabat Siti Maulidah, S.Hum., M.Pd, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi digital sebagai bagian dari strategi dakwah dan pemberdayaan perempuan di era modern.
“Pemanfaatan IT bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga strategi dalam memperkuat gerakan dakwah dan pengelolaan organisasi. Melalui pelatihan ini, kami berharap kader Fatayat NU mampu menggunakan media sosial secara bijak, kreatif, dan produktif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Sahabat Siti juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dari program berkelanjutan yang akan diteruskan ke seluruh cabang di Jawa Timur. Dari 44 cabang, baru sekitar 20% yang dapat mengikuti kegiatan secara luring, namun diharapkan peserta ini akan menjadi role model dalam menggerakkan literasi digital di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo Jawa Timur, Gugi Alifrianto Wicaksono, S.T., M.M, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi provinsi dalam memperkuat SDM digital menuju 2030.
“Jumlah pengguna internet di Jawa Timur telah mencapai 34,6 juta jiwa atau sekitar 85 persen penduduk. Namun peningkatan literasi dan etika digital tetap menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku digital yang cerdas, kreatif, dan beretika,” jelasnya.
Menurut Gugi, kolaborasi antara Kominfo dan PW Fatayat NU Jawa Timur dalam pelatihan Cerdig ini diharapkan menjadi langkah konkret menghadirkan dakwah Islam yang santun dan edukatif melalui ruang digital.
“AI dapat menjadi bagian dari nafas perjuangan dakwah Fatayat NU menghadirkan pesan Aswaja dan semangat rahmatan lil ‘alamin lewat konten kreatif dan edukatif,” tambahnya.
Pelatihan Cerdig membekali peserta dengan dua modul utama. Pertama, Strategi Konten Media Sosial dan Branding Organisasi. Modul ini memperkenalkan kerangka strategi komunikasi Model Laswell—siapa mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dan dengan efek bagaimana—agar kader mampu membangun pesan dakwah yang kontekstual, santun, dan berdampak.
Kedua, Pembuatan Konten Media Sosial dengan AI. Modul praktis ini mengajarkan peserta memanfaatkan teknologi AI sebagai asisten kreatif dalam membuat teks, caption, hingga desain visual. Kader juga dilatih menggunakan Canva berbasis AI dengan tetap menjaga ciri khas warna dan logo Fatayat NU, serta mempelajari analisis insight dan fact-checking agar publikasi konten lebih efektif dan kredibel.
Narasumber kegiatan ini di antaranya Akasa Ash Shiddiqy Adnan, yang membawakan materi Strategi Konten Media Sosial dan AI, serta Selamet, yang mengupas dasar-dasar penggunaan AI dan teknik prompting untuk kebutuhan dakwah digital. Kedua narasumber merupakan relawan TIK Jawa Timur.
Sekretaris PC Fatayat NU Gresik, Sahabat Hj. Uswatun Khasanah, M.Pd, dari delegasi PC Fatayat NU Gresik, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Alhamdulillah, pelatihan Cerdig–Cerdas Digital dan AI ini sangat bermanfaat bagi kader Fatayat NU. Dengan teknologi digital, kita dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Semoga kader Fatayat NU dapat mengoptimalkan AI sebagai asisten konten, agar pesan dakwah semakin menarik dan sesuai visi-misi Fatayat NU,” ungkapnya.
Sahabat Siti Jamilah, S.Pd.I anggota bidang Media Informasi PC Fatayat NU Gresik sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, “Teknologi ini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Dengan AI, kami berharap produktivitas konten dakwah digital kami meningkat tajam, sehingga pesan-pesan Fatayat NU dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di Gresik secara efektif dan modern.” Pungkasnya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas kader Fatayat NU sebagai komunikator digital yang kreatif, kredibel, dan beretika. Pelatihan Cerdig menjadi momentum penting dalam mewujudkan dakwah Islam yang ramah, seimbang, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di ruang digital.
Penulis: Nensi Indriati
Editor: Chidir Amirullah

