Tangkal Serangan Hama Tikus, PRNU Doudo Gresik Gelar Doa Bersama

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Ikhtiar membentengi tanaman dari serangan hama tikus, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Doudo, Panceng Gresik, menggelar doa bersama, Kamis (6/11/2025). Foto: NUGres

PANCENG | NUGres – Gerimis tipis mengiringi gelaran doa bersama yang diadakan warga Nahdliyin di teras Masjid Al Ikhlas, Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Gresik, Kamis (6/11/2025) malam.

Sebelum doa bersama dimulai, Ustadz Nadhif selaku Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Doudo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Lailatul Ijtima’ sepekan sebelumnya. Dalam forum itu, warga sempat menanyakan cara menghadapi gangguan hama tikus yang merusak tanaman.

“Malam ini kita berikhtiar, memohon pertolongan kepada Allah Swt agar tanaman kita diberikan keselamatan dan dijauhkan dari serangan hama tikus,” ujarnya.

Ustadz Nadhif kemudian memimpin jalannya doa bersama yang diawali dengan tawassul, dilanjutkan pembacaan surat Al-Fatihah, serta surat Yasin sebanyak tiga kali.

Warga membawa Uya Krosok yang nantinya akan ditaburkan di lahan persawahan atau pekarangan. Foto: NUGres
Uya Krosok atau garam kasar, yang nantinya akan ditaburkan di pojok-pojok lahan persawahan atau pekarangan. Foto: NUGres

Dalam prosesi doa tersebut, warga tampak membawa awu layan (abu kayu dari tungku pembakaran), uya krosok (garam kasar), dan pasir. Benda-benda itu nantinya akan ditaburkan di sudut-sudut lahan pertanian sebagai simbol ikhtiar dan doa agar tanaman terhindar dari hama.

“Nanti ditaruh di pojok-pojok sawah. Mudah-mudahan Allah Swt mengabulkan ikhtiar kita bersama,” imbuh Ustadz Nadhif yang juga merupakan guru di Pondok Pesantren Mambaul Hisan, Sidayu.

Doa bersama ini tidak hanya diikuti oleh warga Nahdliyin Desa Doudo, tetapi juga dihadiri peserta dari desa sekitar. Salah satunya adalah Nurul Yaqin, petani jagung dari Ranting NU Siwalan.

“Saya bertani jagung. Semoga tanaman saya diberikan pertolongan Allah, selamat dari gangguan tikus, dan hasil panen sesuai harapan,” ungkapnya.

Diketahui, lahan pertanian di Desa Doudo merupakan lahan tadah hujan. Warga Nahdliyin setempat memanfaatkan datangnya musim penghujan sebagai waktu terbaik untuk menanam padi dan jagung.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment