DUKUN | NUGres – Suasana khidmat terasa di lingkungan Pondok Pesantren Al Karimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik, pada Selasa (10/3/2026) malam. Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 Hijriah, para santri bersama pengasuh dan dewan guru berkumpul dalam satu majelis untuk memperingati Nuzulul Qur’an sekaligus menggelar khataman kitab yang telah dipelajari sepanjang bulan suci.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi pesantren dalam menutup rangkaian kegiatan Ramadan. Sejak awal acara, para santri mengikuti setiap prosesi dengan penuh khidmat. Hadir pula jajaran pengasuh, para asatidz, serta tokoh masyarakat yang turut menyemarakkan majelis penuh berkah itu.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimi, KH Abdul Muhshi, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang dipelajari para santri selama Ramadan tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah malam ini kita dapat mengkhatamkan kitab-kitab yang dipelajari selama Ramadan. Semoga ilmu yang diperoleh para santri membawa keberkahan dan bisa diamalkan,” tutur Kiai Muhshi.
Ia menambahkan, kegiatan Takhtimul Kutub bukan sekadar penutup kegiatan belajar selama Ramadan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan santri dalam memahami dan menafsirkan teks-teks keislaman, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam yang bersumber dari kitab-kitab para ulama.
Dalam kesempatan itu, hadir pula tokoh alumni Pondok Pesantren Al Karimi yang kini aktif sebagai anggota Komisi Informasi Jawa Timur, H. Moh Sholahuddin atau yang akrab disapa Cak Hud. Di hadapan para santri, ia memberikan motivasi agar terus semangat dalam menuntut ilmu di pesantren.
“Santri harus optimistis dan sabar dalam menuntut ilmu. Yang penting khidmah dan mengikuti tuntunan kiai, insya Allah akan membawa keberkahan,” ujarnya.
Wartawan senior tersebut juga berbagi kisah pengalamannya saat masih mondok di Al Karimi. Ia mengaku bukan santri dengan prestasi menonjol, namun percaya bahwa keberkahan dari pesantren memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidupnya.
“Saya bukan orang yang pintar, prestasi biasa saja. Tapi saya percaya keberkahan itu nyata. Saya bisa bekerja di Jawa Pos selama 23 tahun dan mendapat kesempatan ke luar negeri, itu semua berkat keberkahan saat mondok,” tuturnya. Ia pun mengajak para santri untuk memiliki mimpi besar serta berani meraih cita-cita.
Selain rangkaian khataman kitab, acara juga diisi dengan lantunan shalawat yang dibawakan para santri. Suasana semakin meriah ketika dua santri dari unit MI Al Karimi tampil di panggung membawakan shalawat dengan penuh percaya diri. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para hadirin dan hadiah dari panitia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Ponpes Al Karimi KH Murtadlo Abdullah, Katib Syuriyah MWCNU Dukun KH Moh Amin Syam, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Gresik Gus Salam, para asatidz, Ibu Nyai, serta keluarga besar Pondok Pesantren Al Karimi.
Adapun kitab-kitab yang berhasil dikhatamkan para santri selama Ramadan tahun ini antara lain Washoya Al Aba’ Lil Ibna’, Hidayatul Hidayah, Akhlaq Lil Banat, Bahjatul Wasail Bisyarkhil Masail, Hujjah Ahlussunah Waljamaah, Majmu’ Al Mawalid, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Fatihah, Akhlaq Banat, serta Mar’atus Sholihah.
Melalui kegiatan tersebut, pesantren berharap para santri tidak hanya memahami kandungan kitab yang dipelajari, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam membangun akhlak, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penulis: Syafik Hoo
Editor: Chidir Amirullah

