UJUNGPANGKAH | NUGres – Malam Idul Adha di Desa Banyuurip, Ujungpangkah, terasa berbeda tahun ini.
Ribuan warga tumpah ruah menyusuri jalanan desa, menyalakan semangat dan gema takbir dalam event tahunan yang digelar Remas Al Ihsan, Kamis (5/6/2025).
Tapi ada satu hal yang benar-benar mencuri perhatian pada malam itu. Yakni sebuah replika “BulanSutena & Bintang Kejora” yang diusung PR IPNU IPPNU Banyuurip.
Bentuknya tak biasa, tingginya nyaris empat menjulang empat meter, beratnya sekitar 60 kilogram. Saking besarnya, banyak warga sempat ragu apakah karya ini bisa melewati jalan kampung yang sempit dan berliku.
Tapi nyatanya, dengan persiapan matang dan alat bantu yang disiapkan, replika tersebut sukses melintasi seluruh rute. Warga bersorak, anak-anak berlarian mengikuti rombongan, dan tak sedikit yang mengabadikan momen ini di ponsel mereka.
“Inspirasi bentuknya dari video FYP di TikTok. Kami cuma ingin tampil beda, menyuguhkan sesuatu yang bisa dinikmati warga,” ujar Ketua PR IPNU Banyuurip, Muhammad Ma’ruf Fardandi.

Di balik kemegahan replika itu, tersimpan makna simbolik yang sengaja disisipkan lewat karya tersebut.
“Bulan dan bintang ini kami maknai sebagai eksistensi yang terus menyala, tak redup oleh zaman,” lanjut Dandi.
Ungkapan itu disambut anggukan oleh Ketua Tim Kreatif, Moh. Setiawan Maulidi, yang menegaskan bahwa mereka sama sekali tak mengejar kemenangan, “Kami tampil bukan untuk lomba, tapi untuk syiar,” tegasnya.
Rombongan PR IPNU IPPNU sendiri membawa sekitar 70 anggota, terbagi rata antara IPNU beserta IPPNU. Mereka berada di urutan ke-10 dari 21 kelompok peserta.
Acara dimulai pukul 19.00 WIB, dibuka oleh tokoh desa yang juga pengurus Masjid Jami’ Al Ihsan, Ustaz H. Mufadhol Hasan.
Suasana malam itu berlangsung dengan semarak, lantunan bunyi takbir yang membaur dengan bunyi hadrah dan lampu warna-warni.
Sekitar pukul 22.00 WIB, acara resmi berakhir. Para anggota tim kreatif dikumpulkan untuk ditutup kegiatannya.
Namun sebelum bubar, mereka sempat duduk melingkar, saling bercengkerama, menyisipkan tawa kecil dan cerita ringan setelah kegiatan.
Penulis: Maf’alul Mukhollaqi
Editor: Febrian Kisworo

