Di Gresik, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf Berziarah ke Makbarah Kanjeng Sunan Giri

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf saat berziarah ke makbarah Kanjeng Sunan Giri, Selasa (21/10/2025) malam. Foto: Instagram TVNU/NUGres

GRESIK | NUGres – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, berziarah ke Makam kanjeng Sunan Giri di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Rabu (21/10/2025) malam.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Yahya bersama jajarannya memanjatkan doa dan tahlil sebagai bentuk ta’dzim kepada Raden Ainul Yaqin salah satu Walisongo, penyebar Islam di tanah Jawa.

Momen khidmat itu juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara PBNU dengan pengurus serta kader Nahdlatul Ulama di Gresik.

Selain berziarah, Gus Yahya berkesempatan melihat dan memegang langsung dua peninggalan bersejarah milik Sunan Giri, yakni sajadah dan sebilah keris.

Keduanya merupakan simbol spiritual dan perjuangan dakwah Islam pada masa awal penyebaran Islam di Nusantara.

Sekretaris PCNU Gresik, M. Syifaul Fuad, menyampaikan bahwa kunjungan Gus Yahya berkaitan erat dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

“Kami bersama Ansor dan Banser Gresik menyambut kunjungan beliau Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dalam agenda rihlah dan ziarah ke makam para waliyullah, dan Gresik juga menjadi titik perjalanan beliau,” ujar Gus Syifa’, Rabu (22/10/2025)

“Setelah dari sini, beliau beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan Jombang,” imbuhnya.

Kehadiran Gus Yahya disambut hangat oleh jajaran pengurus NU Gresik, di antaranya Sekretaris PCNU Gresik, Ketua PC GP Ansor Gresik, Ketua MWCNU Kebomas, pengurus Yayasan Sunan Giri, serta para kader Ansor dan Banser Kebomas yang turut mengawal rombongan.

Tiba sekitar pukul 19.00 WIB, Gus Yahya langsung menuju kompleks makam Sunan Giri dan memimpin tahlil bersama rombongan.

Kehadiran Ketum PBNU di kota wali ini sekaligus menegaskan Kabupaten Gresik sebagai salah satu pusat spiritual dan peradaban Islam di Jawa Timur, yang dikenal sebagai “Kota Santri”.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment