GRESIK | NUGres – Di tengah peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-40 Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa yang jatuh pada Sabtu, 3 Januari 2026, hadir kisah inspiratif dari Kabupaten Gresik tentang dedikasi seorang pelatih perempuan dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi Pagar Nusa di lingkungan pendidikan.
Sosok tersebut adalah Siti Sayyidatul Umroh, S.Pd., yang akrab disapa Kak Ida. Melalui tangan dinginnya, generasi santri Pagar Nusa terus tumbuh dan berkembang di berbagai lembaga pendidikan, baik sekolah swasta di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU maupun sekolah negeri.
Ibu dua anak ini secara konsisten mengabdikan diri dalam pembinaan seni dan tradisi pencak silat sebagai bagian dari Badan Otonom Nahdlatul Ulama.
Kepada NUGres, Kak Ida menuturkan bahwa dirinya mulai bergabung dengan Pagar Nusa sejak tahun 2005. Hingga kini, dalam satu pekan ia aktif mengajar dan melatih pencak silat Pagar Nusa di 22 lembaga pendidikan, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Jumlah tersebut sebelumnya sempat mencapai 24 lembaga, namun dalam perjalanannya dua lembaga dialihkan kepada pelatih lain demi menjaga kualitas pembinaan.
Tidak hanya berkiprah di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Gresik dan Kebomas, Kak Ida juga melatih di daerah yang cukup jauh dari tempat tinggalnya di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Gresik. Salah satunya di lembaga pendidikan Ma’arif NU Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari kediamannya.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan utama sebagai pelatih adalah memastikan proses regenerasi atlet berjalan berkelanjutan, sekaligus mempertahankan prestasi agar tetap kompetitif di berbagai kejuaraan.
Menurutnya, semakin banyak lembaga pendidikan yang menjadikan Pagar Nusa sebagai kegiatan ekstrakurikuler, maka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Gresik akan semakin besar.
Kak Ida berharap Pagar Nusa ke depan tetap mendominasi berbagai kejuaraan, baik yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di tingkat Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, hingga kejuaraan nasional.
Ia juga menilai ekosistem Pagar Nusa di Kabupaten Gresik terbangun dengan sangat solid dan kompak, terutama dalam hal dukungan antar pelatih saat mengikuti event kejuaraan.
Ia menambahkan bahwa atlet-atlet Pagar Nusa asal Gresik kerap menorehkan prestasi gemilang, bahkan sering meraih juara umum, baik dalam kejuaraan yang digelar di dalam kota maupun di luar daerah. Dominasi tersebut, menurutnya, terlihat kuat terutama pada kategori seni pencak silat.
Selain aktif sebagai pelatih ekstrakurikuler Pagar Nusa di sekolah dan madrasah, Kak Ida juga masih menjalani aktivitas lain, seperti membuka les privat serta menggelar latihan rutin di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gresik.
Latihan dilaksanakan dua kali dalam sepekan dan akan ditingkatkan intensitasnya apabila mendekati pelaksanaan lomba. Dedikasi inilah yang menjadi bukti nyata komitmennya dalam memastikan regenerasi dan prestasi Pagar Nusa terus berlanjut di Kabupaten Gresik.
Editor: Chidir Amirullah


Masyaallah Mbakyu … MantaPN Barokah .. Barokah ..