Kisah Safira, Siswi SMA NU 1 Gresik Pemenang Lomba Vlog Public Speaking PWI

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Siswi SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik, Safira, salah satu pemenang Lomba Vlog Pelatihan Public Speaking PWI Kabupaten Gresik. Foto: ist/NUGres

GRESIK | NUGres – Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kemampuan public speaking menjadi salah satu kecakapan penting yang diminati generasi Z. Hal itu tercermin dari kisah Safira Eka Andi Vinanda, siswi SMA NU 1 Gresik, yang berhasil menorehkan prestasi dengan menjuarai Lomba Vlog Pelatihan Public Speaking yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik.

Saat dihubungi NUGres, Senin (12/1/2026), Safira mengisahkan bahwa ketertarikannya pada dunia berbicara di depan umum tumbuh secara alami sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Awalnya berangkat dari kegemaran saya bercerita. Buku pertama yang saya baca berjudul Tata Titi Tutu dan Tatas. Sejak itu, saya senang bercerita di hadapan mama dan papa,” tuturnya.

Kegemaran tersebut berkembang menjadi kebiasaan unik. Setiap ulang tahun orang tuanya, Safira kerap menghadiahkan karya sastra berupa rangkaian puisi yang ia tulis sendiri. Puncaknya, saat duduk di kelas VI SD, ia memberanikan diri mengikuti lomba baca puisi dan berhasil meraih juara pertama tingkat sekolah dasar.

Pelajar kelahiran 2008 ini terus mengasah kemampuan komunikasinya. Bahkan di masa pandemi Covid-19, ketika interaksi tatap muka sangat terbatas, ia tetap kreatif. Saat masih duduk di bangku SMP, Safira memanfaatkan mainan squishy milik saudaranya sebagai media untuk membuat vlog YouTube.

Mainan tersebut ia jadikan objek eksplorasi narasi. Tak berhenti di situ, ia bahkan membuat squishy sendiri dari bahan sederhana seperti spons, tisu, dan double tape.

“Ketika pandemi mulai mereda dan sekolah kembali membuka pembelajaran tatap muka, guru saya mengajak untuk membuat berbagai konten, seperti podcast dan kegiatan kreatif lainnya. Saya merasa sangat beruntung karena sekolah benar-benar memberikan dukungan,” kenangnya.

Bagi Safira, setiap ajang pengembangan diri adalah peluang berharga. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan, terutama sebagai MC dan moderator. Dukungan keluarga dan guru pun semakin menguat seiring waktu, setelah melihat bahwa minat dan bakat Safira memang mengarah ke dunia komunikasi dan jurnalistik.

Media sosial juga dimanfaatkannya sebagai ruang dokumentasi sekaligus membangun personal branding. Akun Instagram pribadinya, @sfraeav, menjadi wadah untuk mengarsipkan pengalaman.

“Walaupun tidak sedikit yang memberi kritik, bahkan hujatan, saya tetap konsisten karena memang mencintai bidang ini,” ujarnya.

Saat melanjutkan pendidikan di SMA NU 1 Gresik, kemampuan Safira kembali mencuri perhatian. Pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ia ditunjuk untuk tampil di depan hanya karena datang lebih awal, tepat pukul 05.00 WIB, saat pengurus OSIS masih mengadakan rapat.

Dalam sesi perkenalan, Safira sengaja menggunakan teknik membaca berita agar mudah diingat.

“Sejak momen itu, saya kembali membangun branding diri,” katanya.

Safira mengaku tidak pernah mengikuti kursus public speaking secara formal. Semua kemampuan yang ia miliki diperoleh dari bimbingan guru, interaksi dengan teman, serta pengalaman langsung di lapangan.

“Saya mulai aktif menjadi MC, moderator, mengikuti lomba baca berita, dan pelatihan gratis yang difasilitasi sekolah. Saya benar-benar memanfaatkan setiap peluang dengan maksimal,” ungkapnya.

Tak berselang lama, berbagai tawaran pekerjaan mulai berdatangan, dengan honorarium yang cukup besar untuk ukuran pelajar SMA. Safira pun kerap dipercaya menjadi MC dalam berbagai acara besar yang dihadiri tokoh-tokoh penting.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat mengikuti pelatihan public speaking bersama Bunda Herma, dosen Universitas Negeri Surabaya.

“Pelatihan itu luar biasa. Saya belajar bahwa kunci berbicara yang baik adalah mendengarkan terlebih dahulu. Dan yang terpenting, percaya diri,” tuturnya.

Safira pun menyimpan harapan besar.

“Saya ingin suatu saat bisa duduk di salah satu stasiun televisi untuk membacakan berita. Saya yakin bisa. Namun, orang tua dan guru selalu mengingatkan agar saya tetap rendah hati, menolong sesama, tidak membandingkan diri dengan orang lain, dan selalu tersenyum,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Bina Prestasi SMA NU 1 Gresik, Dr. Luluk Ernawati, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Safira. Menurutnya, potensi Safira sudah tampak sejak awal masuk sekolah.

“Safira adalah anak yang pemberani, supel, komunikatif, dan santun. Kami melihat potensinya sangat baik, sehingga sering kami libatkan dalam berbagai kegiatan dan perlombaan,” ujar Luluk.

Ia berharap Safira terus semangat belajar, bertumbuh, dan berani mencoba hal-hal baru.

“Dari Safira, semoga bisa lahir inspirasi bagi teman-temannya di SMA NU 1 Gresik,” pungkasnya.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment