GRESIK | NUGres – Manakib atau kisah perjalanan hidup inspiratif almaghfurlah KH Abdullah Faqih mewarnai gelaran Majelis Malam Selikur di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Suci, Manyar, Gresik. Kegiatan tersebut sekaligus bertepatan dengan peringatan Haul ke-29 beliau.
Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Pusat Himpunan Alumni Mambaus Sholihin (HIMAM), Dr. Maftuh. Ia menjelaskan bahwa penyusunan manakib tersebut melalui proses yang cukup panjang dan nantinya akan menjadi bagian tak terpisahkan dari buku Sisik Melik Santri Suci.
Menurut Dr. Maftuh, manakib tersebut memuat sejumlah poin penting tentang kehidupan almaghfurlah KH Abdullah Faqih, mulai dari latar belakang keluarga, perjalanan menuntut ilmu, hingga para guru yang menjadi tempat beliau menyerap ilmu dan hikmah.
“Banyak kisah yang tidak mungkin saya jelaskan secara menyeluruh dari perjalanan hidup beliau. Namun dari manakib ini kita segera mengetahui bahwa almaghfurlah KH Abdullah Faqih mencurahkan sepenuh hidupnya di jalan Allah,” ujar Dr. Maftuh, Selasa (10/3/2026) kepada NUGres.
Ia juga menyampaikan ikhtiar tim penulis yang terdiri dari para alumni Santri Suci sedianya memotret sosok multidimensi KH Abdullah Faqih sebagai pendidik, pengamal tarekat, sekaligus pejuang dakwah. Kisah hidup beliau diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi para santri dan alumni.
“Setelah membaca manakib beliau, para santri, alumni, dan simpatisan pondok pesantren tercinta ini diharapkan semakin memahami perjuangan beliau. Harapannya, kesadaran dan semangat untuk melanjutkan sanad perjuangan para guru mulia kita akan semakin utuh,” tambahnya.
Dosen Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) tersebut juga membeberkan sejumlah wadhifah atau kebiasaan yang rutin diamalkan almaghfurlah KH Abdullah Faqih, yang juga merupakan ayahanda dari romo KH Masbuhin Faqih.
Dr Maftuh menuturkan, setiap ba’da Ashar, Kiai Faqih rutin membaca Dala’ilul Khairat. Pada pukul 02.00 dini hari, beliau selalu bangun untuk melaksanakan shalat malam, kemudian berkeliling mengawasi para santri dan kondisi Pondok Pesantren Mambaus Sholihin
“Setelah itu beliau menuju Masjid Jami’ Suci untuk menjadi imam shalat Subuh. Rutinitas ini berlangsung hingga akhir hayat beliau. Di sela-sela aktivitasnya, Mbah Kiai Faqih juga secara rutin berkunjung kepada para habib untuk mengambil keberkahan,” ungkapnya.
Melalui manakib tersebut, diharapkan nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, dan semangat pengabdian almaghfurlah KH Abdullah Faqih terus hidup di tengah para santri, alumni, dan masyarakat, sekaligus menjadi penguat langkah dalam meneruskan perjuangan dakwah dan pendidikan yang telah dirintisnya.
Editor: Chidir Amirullah

