PR Fatayat NU Lowayu Gresik Perkuat Wawasan Kader dengan Ngaji Kitab Hujjah Aswaja Selama Ramadan

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pimpinan Ranting Fatayat NU Lowayu Dukun Gresik, mengisi bulan suci Ramadan dengan penguatan wawasan kader melalui Ngaji Kitab Hujjah Aswaja. Foto: dok PR Fatayat NU Lowayu/NUGres

DUKUN | NUGres – Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Lowayu, sukses menggelar kegiatan kajian kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus memperteguh komitmen kader Fatayat NU terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi pijakan utama Nahdlatul Ulama.

Pengajian kitab tersebut dilaksanakan secara rutin sejak hari pertama Ramadan hingga khatam pada tanggal 23 Ramadan. Kegiatan berlangsung setiap pagi mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di serambi Masjid Nurul Huda Desa Lowayu, Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Suasana pengajian yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momen spiritual yang dinanti oleh para kader Fatayat NU di desa tersebut.

Kajian kitab ini diampu langsung oleh Rais Syuriyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lowayu, KH Abdul Aziz, S.Pd.I. Dalam setiap pertemuan, Kiai Aziz memberikan penjelasan mendalam mengenai dasar-dasar amaliah Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus mengaitkannya dengan praktik keagamaan yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat Nahdliyin.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Pimpinan Ranting Fatayat NU Lowayu bersama para anggotanya. Antusiasme para peserta terlihat dari kehadiran yang konsisten setiap hari. Selain menjadi ruang belajar bersama, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah di antara para kader Fatayat NU.

Ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU Lowayu, Hj Nazilah, menjelaskan kalau kegiatan ngaji kitab ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan agama sekaligus memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan kader. Dengan memahami dasar-dasar keilmuan yang kuat, diharapkannya para kader mampu menjalankan amaliah keagamaan dengan keyakinan dan pemahaman yang lebih mantap.

Kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah karya KH Ali Maksum Krapyak Yogyakarta dinilainya sangat relevan untuk dipelajari, terutama bagi kader-kader NU. Kitab tersebut memuat penjelasan mengenai landasan ilmiah dari berbagai tradisi dan amaliyah yang selama ini diwariskan oleh para kiai Nahdlatul Ulama kepada umat Islam di Indonesia.

“Kitab ini sangat penting sekali untuk kami pelajari. Dengan mempelajari kitab ini, kami sebagai kader Fatayat NU akan semakin yakin bahwa tradisi yang telah diwariskan para kiai NU itu benar, karena memiliki dasar hukum yang jelas,” tutur Sahabat Nazilah sapaan akrabnya, Jumat (13/3/2026).

Ia juga menekankan bila setiap amaliah yang dijalankan, khususnya oleh kader Fatayat NU, harus dilandasi oleh ilmu pengetahuan yang memadai. Menurutnya, pemahaman yang benar terhadap sumber ajaran Islam menjadi hal penting agar setiap praktik ibadah tetap selaras dengan Al-Qur’an dan hadis.

“Apalagi menyangkut persoalan ibadah, tentu harus memiliki dasar yang kuat dan jelas yang sejalan dengan Al-Qur’an dan Hadis,” tandasnya menutup pernyataan.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment