PANCENG | NUGres – Warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, mengikuti Kenduri Ketupat dengan penuh antusias pada Jumat (27/3/2026) malam.
Tradisi yang digelar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ini diinisiasi oleh Bumdesa Madurejo bekerja sama dengan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Panceng serta Karang Taruna setempat. Kegiatan berlangsung di lapangan olahraga kawasan Pasar Sumurber.
Masyarakat dari berbagai kalangan tampak hadir, baik laki-laki maupun perempuan, dari dalam maupun luar desa. Mereka berbaur dalam suasana hangat penuh kebersamaan mengikuti seluruh rangkaian acara.
Mewakili panitia, Matokan menyampaikan bahwa tradisi Kupatan merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Ia menjelaskan, sejak 2022 kegiatan ini rutin digelar dengan konsep yang beragam
“Awalnya berupa lomba ketupat hingga tahun 2025. Tahun ini kami ubah menjadi kenduri, atau dalam bahasa masyarakat Sumurber dikenal dengan kondangan atau slametan,” ujarnya dalam sambutan.
Direktur Bumdesa Madurejo itu menambahkan, Kenduri Ketupat tidak hanya bertujuan menjaga tradisi, melainkan juga menjadi momentum halal bihalal untuk mempererat tali silaturahmi warga.
“Selama ini tradisi riyoyo ketupat biasanya dilakukan per RT atau RW. Tidak semua melaksanakan, bahkan generasi muda mulai banyak yang tidak bisa merangkai ketupat. Dari situlah muncul inisiatif kenduri ini,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan semakin khidmat dengan doa bersama dan pengajian yang disampaikan oleh Ketua MUI Kecamatan Panceng, KH Alfin Sunhaji, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlash Mulyorejo, Delegan, Gresik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sumurber Hunaifi, Ketua BPD Muhammad Natiq, serta jajaran perangkat desa. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan campursari dari Lesbumi MWCNU Panceng yang menambah semarak suasana malam kenduri.
Editor: Chidir Amirullah

