MANYAR | NUGres – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Manyar, Gresik, menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) pada Sabtu (25/4/2026) di MINU Banat Manyar.
Kegiatan ini menjadi forum musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan untuk mengevaluasi program kerja sekaligus memilih kepengurusan baru masa khidmat 2026–2031.
Konferancab berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta yang terdiri dari perwakilan guru dan pengurus ranting Pergunu se-Kecamatan Manyar hadir untuk memberikan pandangan serta menentukan arah organisasi ke depan.
Forum Konferancab PAC Pergunu Manyar ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi guru-guru Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah MWCNU Manyar Kiai Suhaili Idris, Ketua MWCNU Manyar H. Ainul Ma’arif, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Gresik Syamsul Anam, serta jajaran badan otonom dan lembaga NU di lingkungan Kecamatan Manyar.
Kehadiran para tokoh NU tersebut menjadi wujud dukungan terhadap penguatan peran Pergunu sebagai wadah perjuangan para guru Nahdliyin.
Dalam sidang pleno konferensi, peserta secara mufakat kembali mempercayakan kepemimpinan PAC Pergunu Manyar kepada H. Moh. Nashir, M.Pd. untuk masa khidmat 2026–2031.
Kepercayaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama periode sebelumnya.
Usai terpilih, H. Moh. Nashir menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan kepada para guru NU, khususnya dalam bidang pemahaman keagamaan yang berlandaskan akidah Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Menurutnya, penguatan ideologi ke-NU-an menjadi fondasi penting agar para guru mampu menjalankan peran pendidikan sekaligus dakwah di lingkungan masing-masing.
“Ke depan, kami akan terus memberikan pembinaan kepada guru-guru NU terkait pemahaman agama, utamanya akidah Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujarnya, kepada NUGres.
Selain penguatan ideologi, H. Moh. Nashir juga menegaskan pentingnya menjadikan Pergunu sebagai ruang konsolidasi para guru dalam merespons perkembangan kebijakan pendidikan.
Menurutnya, organisasi guru harus mampu hadir secara aktif dalam membaca perubahan regulasi agar para pendidik tetap mendapatkan pendampingan dan dukungan yang memadai.
“Kita akan memberikan support ketika terjadi berbagai perubahan kebijakan terkait pendidikan. Pergunu akan responsif dengan berbagai regulasi baru,” tegas guru di lembaga pendidikan Miftahul Ulum Peganden Manyar tersebut.
Editor: Chidir Amirullah



