PR Fatayat NU Lowayu Gresik Peringati Harlah ke-76, Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Lowayu mengisi peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU dengan menggelar kegiatan edukatif sosialisasi pencegahan kekerasan seksual anak. Foto: dok PR Fatayat NU Lowayu/NUGres

DUKUN | NUGres – Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU di Gedung NU Ranting Lowayu, Jumat 24 April 2026.

Peringatan Harlah tahun ini dikemas melalui kegiatan sosialisasi ke-Fatayat-an serta edukasi peningkatan kesadaran pencegahan kekerasan seksual sejak dini.

Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas 5 MI Hidayatus Salam dan siswa kelas 5 SDN 282 Lowayu, yang didampingi wali murid dan guru pendamping dari masing-masing lembaga.

Selain itu, acara ini merupakan kolaborasi lima bidang di lingkungan PR Fatayat NU Lowayu, yakni Bidang Hukum, Politik, dan Advokasi; Bidang Pengembangan Organisasi dan Pengkaderan; Bidang Pendidikan dan Dakwah; Bidang Media dan Informasi; serta Bidang Pemberdayaan Ekonomi melalui kegiatan UMKM Fatayat.

Selain para siswa, acara tersebut juga dihadiri jajaran pengurus PR Fatayat NU Lowayu beserta anggota, Dewan Kehormatan PR Fatayat NU Lowayu Lailil Zumroti, M.Pd., Ketua PAC Fatayat NU Dukun Siti Amsaroh, S.Pd.I, serta Ketua PC Fatayat NU Gresik Masruroh, S.Pd. Hadir pula Sekretaris Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) Fatayat NU Pimpinan Pusat sebagai narasumber utama.

Ketua PR Fatayat NU Lowayu, Hj. Nazilah, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga diri dan mengenali batasan sejak dini.

Menurutnya, masa kanak-kanak merupakan fase penting untuk menanamkan kesadaran dasar mengenai keselamatan diri agar kekerasan seksual dapat dicegah.

“Masa kanak-kanak adalah masa yang paling krusial untuk mulai menanamkan pemahaman dasar tentang batasan dan keselamatan diri agar kekerasan seksual bisa dicegah sejak dini,” ujar Nazilah.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan organisasi Fatayat NU kepada para wali murid, khususnya perempuan muda agar ikut aktif dalam wadah pemberdayaan perempuan.

“Saya berharap ibu-ibu wali murid yang relatif masih muda, berusia di bawah 45 tahun, dapat bergabung di organisasi Fatayat sebagai wadah pemberdayaan perempuan dalam pengembangan diri dan kemaslahatan,” tambahnya.

Ketua PAC Fatayat NU Dukun, Siti Amsaroh, S.Pd.I, mengatakan bahwa peringatan Harlah yang dikemas dengan kegiatan edukatif semacam ini dapat meningkatkan motivasi kader dalam berkhidmat sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, edukasi pencegahan kekerasan seksual sangat penting bagi anak-anak karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan masa depan mereka.

“Sosialisasi ke-Fatayat-an dapat menambah motivasi dan kemantapan anggota dalam berkhidmat. Sedangkan edukasi pencegahan kekerasan seksual sejak dini sangat penting bagi anak-anak karena menyangkut keselamatan dan masa depan mereka,” tutur Amsaroh.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Gresik, Masruroh, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif PR Fatayat NU Lowayu yang dinilai progresif dalam merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah saya turut bangga. Lowayu merupakan salah satu ranting yang sangat progresif. Program-programnya relevan sesuai kebutuhan jamaah, sistem organisasinya mulai tertata, dan pola rekrutmen anggota dilakukan dengan skema yang jelas dan terukur,” ujarnya.

Sebagai narasumber, Nur Khosi’ah, M.Pd., juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai terkelola dengan baik serta menghadirkan suasana ramah anak.

Ia menilai antusiasme peserta menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Fatayat NU yang berdaya, berdampak, dan mendunia sesuai tema Harlah Fatayat NU ke-76.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini, yang dikelola dengan baik dan disajikan dalam forum ramah anak sehingga anak-anak mendapatkan manfaat. Antusiasme ibu-ibu dan sahabat Fatayat yang hadir menjadi modal besar dalam mewujudkan visi Fatayat NU untuk perempuan Indonesia dan peradaban dunia,” tutur sahabat Khosi’ah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan sukses. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Lailil Zumroti, M.Pd.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment