GRESIK | NUGres – Ketua Presidium Cabang Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) Gresik, Dr. H. Moh. Syafi’ Am, S.H., M.H., mengungkapkan kesan mendalam atas pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) MA IPNU yang digelar di Kabupaten Bondowoso pada 2–3 Agustus 2025. Menurutnya, forum nasional ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi momen silaturahim yang sangat istimewa.
Pada Munas tersebut, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., resmi terpilih sebagai Ketua Umum MA IPNU. Keputusan itu disambut antusias oleh seluruh peserta, termasuk rombongan dari Gresik. Dr. Syafi’ menilai, sosok Prof. Ni’am merupakan figur nasional yang tepat untuk memimpin MA IPNU ke depan, khususnya dalam memperkuat peran alumni sebagai penguat kaderisasi IPNU.
“Kehadiran Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar hingga Menteri Koordinator Bidang Pangan Bapak Zulkifli Hasan dalam pembukaan Munas menunjukkan bahwa eksistensi MA IPNU sangat diperhitungkan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa alumni IPNU bisa mengambil bagian dalam penguatan sumber daya manusia dan peradaban bangsa,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Lebih dari sekadar forum permusyawaratan, Munas MA IPNU juga menjadi ajang pertemuan lintas angkatan para alumni IPNU dari seluruh Indonesia. Mereka yang kini aktif di berbagai bidang—pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, pesantren, dan sektor sosial—berkumpul untuk bertukar pandangan dan mempererat jejaring. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan semangat kaderisasi IPNU terus mendapat dukungan nyata dari para senior.
Dr. Syafi’ menegaskan bahwa MA IPNU harus menjadi sistem pendukung (supporting system) bagi kader IPNU yang masih aktif di level pelajar. Dukungan itu bisa berupa pendampingan, fasilitasi program, hingga jejaring informasi yang mendukung pengembangan pribadi dan organisasi.
Di Gresik, MA IPNU telah merancang sejumlah program prioritas, salah satunya memperluas struktur presidium hingga ke tingkat kecamatan. Upaya ini bertujuan memperkuat jangkauan alumni agar dapat bersinergi langsung dengan kader IPNU di tingkat bawah, sekaligus menjadi bagian penting dari proses kaderisasi berkelanjutan.
Selain itu, MA IPNU Gresik secara rutin menyelenggarakan pertemuan antara alumni dan pengurus aktif IPNU, baik di tingkat cabang (PC) maupun anak cabang (PAC). Pertemuan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahim, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi antargenerasi dalam tubuh organisasi.
“Insya Allah, kami akan mengagendakan untuk mengundang Ketua Umum MA IPNU Prof. Asrorun Ni’am ke Gresik, agar para alumni di sini semakin solid dan semangat dalam berkhidmat,” pungkasnya.
Editor: Chidir Amirullah

