GRESIK | NUGres – Menjelang momen peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025, warga SMA Nahdlatul Ulama (NU) 2 Gresik menggelar rangkaian kegiatan religius berupa doa bersama, salat ghaib, pembacaan Yasin dan tahlil, serta ziarah ke makam para muassis dan masyayikh NU, Jumat (10/10/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di lapangan sekolah yang beralamatkan Jl Akim Kayat Gresik itu diikuti seluruh civitas akademika SMA NU 2 Gresik, mulai dari dewan guru, staf, hingga siswa-siswi.
Acara dimulai dengan salat ghaib dan tahlil yang ditutup doa bersama untuk keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang baru-baru ini mengalami musibah.
Kepala SMA NU 2 Gresik, Umik Makiyatus Syarifah, menjelaskan bahwa doa bersama tersebut merupakan bentuk duka cita dan solidaritas dari keluarga besar sekolah terhadap musibah yang menimpa Ponpes Al Khoziny.
“Sebagai bagian dari warga Nahdliyin, kami merasa berkewajiban menunjukkan empati dan solidaritas atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Ponpes Al Khoziny. Melalui doa bersama ini, kami mendoakan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ungkapnya, melalui keterangan yang diterima NUGres, Jumat (10/10/2025).
Usai kegiatan doa bersama, rombongan melanjutkan ziarah ke makam para muassis dan masyayikh NU Gresik serta tokoh pendiri SMA NU 2 Gresik di Kompleks Makam Islam Tlogo Pojok. Beberapa tokoh yang diziarahi antara lain KH Zaini Sa’dan, KH Masfuh Hisyam, Ir. KH Qusairi Sa’dan, H. Mas’ud, H. Anwarimin, dan H. Abdullah Suyuti.
Ziarah ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan dan upaya meneladani perjuangan para pendiri dalam membangun lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Lebih dari sekadar seremonial, kegiatan peringatan Hari Santri ini juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa agar memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kepekaan terhadap sesama.
Melalui momentum Hari Santri, Kepala SMA NU 2 Gresik juga berkomitmen untuk terus menumbuhkan jiwa kebersamaan, semangat berbuat baik, serta menjadikan kegiatan religius seperti ini sebagai bagian dari pembelajaran kehidupan.
“Sekolah berharap, seluruh siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial sesuai nilai-nilai luhur para ulama NU,” pungkasnya.
Editor: Chidir Amirullah

