GRESIK | NUGres – Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Lamongan, resmi meluncurkan logo. Logo tersebut diperkenalkan kepada publik melalui salah satu akun media sosial instagram Lesbumi NU Lamongan, @lesbumilamongan.
“Logo ini dirancang untuk merepresentasikan nilai-nilai kebudayaan, spiritualitas, dan perjuangan intelektual yang menjadi ruh dari LESBUMI di Lamongan. Setiap elemen visual dalam logo mengandung makna filosofis,” tulis keterangan pada postingan tersebut, dilihat NUGres pada Rabu (13/8/2025).
Terdapat empat elemen utama atas visual logo Lesbumi Lamongan yang masing-masing berisi makna filosofis sebagai mana berikut:
• Gapura
Disadur dari visual Gapura Paduraksa bersayap situs makam Sendangduwur, simbol dari perjalanan manusia menuju pencerahan, sekaligus sebagi lambang ikonik warisan budaya Kabupaten Lamongan.
• Astra (Panah)
Sebagai simbol senjata yang melambangkan pejuang, yakni para anggota Lesbumi Lamongan yang berusaha berjuang untuk mempelajari, mengamalkan dan melestarikan nilai-nilai kebajikan melalui jalur kebudayaan.
• Sekar (Bunga)
Sekar melambangkan puncak keindahan yang tumbuh dari akar tradisi. la merepresentasikan budaya yang terus mekar, menebar wangi kebaikan, ilmu, dan seni, sambil berpijak kokoh pada nilai-nilai leluhur.
• Jagad (Bumi)
Unsur bumi, simpul tali, dan bintang-bintang dalam logo ini diadaptasi dari lambang Nahdlatul Ulama sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas induk organisasi, serta sebagai penguat keterkaitan spiritual dan ideologis LESBUMI dengan nilai-nilai ke-NU-an.
Diketahui, logo Lesbumi Lamongan ini merupakan besutan kreatif dari seorang kreator @revan_de_
Selain menunjukkan elemen visual dengan dominasi warna hijau berpadu dengan warna emas, gambar estetik dan penuh makna tersebut juga diperkuat dengan penjelasan “Sengkalan Memet”.
“Sengkalan memet adalah penanggalan Jawa yang menyampaikan angka tahun lewat gambar simbolis, di mana tiap objek mewakili angka tertentu dan disusun terbalik, berfungsi sebagai penanda waktu sekaligus karya seni sarat makna,” demikian penjelasan visual tersebut.
Setiap elemen visual dalam logo mengandung bilangan kalimat yang dirangkai dalam wujud sengkalan memet, dibaca “Gapura Astra Sekaring Jagad” dibalik menjadi – Jagad (1), Gambar (9), Astra / Panah (5), Gapura (9) Yang bermakna 1959 tahun Jawa atau 2025 Masehi, yakni tahun dibuatnya logo ini.
Editor: Chidir Amirullah

