Ketua LDNU Gresik Sampaikan Khutbah Jum’at Menjaga Diri dan Keluarga dari Adzab Neraka hingga Menghindari Fitnah

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Ketua Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU Gresik) Dr. KH. Ali Maqsudi, M.Pd.I., memberikan khutbah Jum'at di Masjid Inabah komplek Pemkab Gresik, Jum'at (16/5/2025). Foto: NUGres

GRESIK | NUGres – Ketua Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU Gresik), Dr KH Ali Maqsudi M.Pd.I., menyampaikan khutbah Jum’at di Masjid Inabah yang terletak di lingkungan Pemkab Gresik, Jum’at (16/5/2025).

Dalam khutbahnya, Kiai Ali Maqsudi mengajak jamaah salat Jumat untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

“Allah telah memperingatkan hamba-hambanya untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalani hidup di dunia. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an Surat At Tahrim Ayat 6;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

Kiai Ali Maqsudi menjelaskan kutipan ayat tersebut yang menyerukan kepada orang beriman agar senantiasa memelihara diri dan keluarga dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dari api neraka, yakni dari murka Allah yang menyebabkan terseret ke dalam neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.

Lebih lanjut, sosok yang juga Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Benjeng itu kemudian menghubungkan peringatan Allah Swt tentang keselamatan di dunia maupun akhirat, diantaranya melalui menjaga lidah dan ucapan yang bisa jadi menyakitkan.

“Apa yang terucap oleh lisan manusia bakal menentukan dirinya masuk dalam surga atau malah tergelincir ke dalam neraka. Hal ini sebagaimana hadis nomor 2449:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قال رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٌ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُوْنَ دِيْنَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

Artinya, “Siapa saja yang pernah berbuat kedzaliman terhadap kehormatan saudaranya baik menyangkut kehormatan atau perkara lainnya, hendaklah meminta maaf darinya hari ini sebelum (hari kiamat di mana) dinar dan dirham tidak berlaku lagi. Jika dia memiliki amal saleh, maka amalnya akan diambil sesuai kadar kezalimannya. Jika pelaku tidak memiliki kebaikan, maka dosa korbannya akan diambil dan ditanggungkan kepada pelaku yang mendzaliminya,” (HR Bukhari).

Tentang kedzaliman, adu domba, khianat, serta berbagai hal yang menyakitkan hati. Kiai Ali Maqsudi meminta jamaah Jumat agar segera meminta halalnya (permohonan maaf).

Pada penghujung khutbah Jum’at yang disampaikan, Kiai Ali Maqsudi juga mewedar tentang dampak sosial yang ditimbulkan akibat fitnah. Ia juga menjelaskan dalam hadits tersebut pahala dapat habis karena fitnah serta perilaku hasut.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment