PC Fatayat NU Gresik Melantik Serentak Pimpinan Ranting se-Anak Cabang Bungah Masa Khidmat 2025 – 2028

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pimpinan Cabang Fatayat NU Gresik secara resmi melantik 26 struktur kepengurusan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU se-Anak Cabang Bungah pada Sabtu (17/1/2026). Foto: dok PAC Fatayat NU Bungah/NUGres

BUNGAH | NUGres – Sebanyak 26 Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) se-Anak Cabang Bungah, secara resmi dilantik pada Sabtu (17/1/2026). Pelantikan yang berlangsung di Gedung Juang Desa Perengkulon, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini berjalan khidmat dan penuh semangat pengabdian.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan MWCNU Bungah, Maslukhan, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik Masruroh didampingi Sekretaris PC Fatayat NU Gresik Hj. Uswatun Khasanah, serta jajaran Pimpinan PAC Fatayat NU Bungah. Prosesi pelantikan kepengurusan masa khidmat 2025–2028 dipimpin langsung oleh Ketua bersama Sekretaris PC Fatayat NU Gresik, dan juga Kasatkorcab Garfa.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Bungah, Ainul Mahmudah, menyampaikan bahwa pelantikan kali ini dikemas secara sederhana namun tetap sarat makna dan kesakralan.

“Pelantikan dikemas secara sederhana, namun sama sekali tidak mengurangi kesakralan prosesi. Justru suasana khidmat yang tercipta meninggalkan kesan mendalam di hati para sahabat Ketua Ranting,” tuturnya.

Sahabat Ainul juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. “Selamat atas dilantiknya PR Fatayat NU se-Anak Cabang Bungah. Semoga amanah kepemimpinan ini dapat dijalankan dengan penuh kekhidmatan dan keikhlasan, mengingat setiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diemban,” imbuhnya.

Motivasi dan penguatan semangat turut disampaikan oleh perwakilan pengurus MWCNU Bungah, Maslukhan. Ia menegaskan pentingnya peran strategis Fatayat NU dalam menjawab tantangan dakwah di era digital.

“Kader Fatayat NU harus mampu bersaing dengan ormas-ormas yang aktif dan masif berdakwah melalui media sosial. Kader NU, khususnya Fatayat NU, harus hadir dan mampu berkompetisi dalam ruang dakwah digital tersebut dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dakwah digital dapat dilakukan melalui berbagai peran, termasuk sebagai influencer yang menyampaikan pesan Islam yang ramah dan berkemaslahatan, tanpa meninggalkan akar tradisi dan kekuatan ubudiyah seperti diba’an, istighotsah, tahlil, serta amaliyah ke-NU-an lainnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Gresik Sahabat Masruroh menegaskan bahwa pelantikan merupakan momentum strategis dalam kehidupan organisasi.

“Pelantikan merupakan proses penting dalam organisasi. Dari sinilah lahir tanggung jawab moral dan struktural untuk membesarkan Fatayat NU serta menghidupkan peran organisasi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sejalan dengan misi Fatayat NU yakni “Menguat Bersama, Maju Bersama, untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia”, Sahabat Masruroh menegaskan bahwa pelantikan menjadi titik awal menuju terwujudnya organisasi yang digdaya.

“Dalam membangun organisasi yang digdaya, terdapat beberapa pilar utama yang harus diperkuat bersama, yaitu penguatan struktur organisasi, penguatan kaderisasi sebagai jantung organisasi, penguatan program yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta penguatan layanan sebagai wujud nyata kebermanfaatan Fatayat NU bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Nensi Indriati
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment