Pelopori Gerakan Hidup Sehat, PR Fatayat NU Mojopurowetan Gresik Luncurkan Program Perdana “Senam Gesit”

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Kegiatan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Mojopurowetan perdana merupakan program baru berjuluk Senam Gesit; 'Gerakan Fatayat Sehat, Aktif, dan Produktif', Jumat (18/7/2025) pagi. Foto: dok PR Fatayat NU Mojopurowetan/NUGres

BUNGAH | NUGres – Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Mojopurowetan melaksanakan kegiatan perdana “Senam Gesit” kepanjangan dari ‘Gerakan Fatayat Sehat, Aktif, dan Produktif’. Kegiatan anyar ini digelar di halaman TK Muslimat NU 41 Hidayatul Mubtaddiin Desa Mojopurowetan Kecamatan Bungah, Gresik, Jumat (18/7/2025) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan Jum’at Legi ini diikuti oleh para pengurus PR Fatayat NU Mojopurowetan serta sejumlah perempuan warga desa setempat. Suasana berlangsung meriah, penuh antusias dan kegembiraan. Senam dimulai sejak pagi dengan iringan musik energik, diikuti gerakan semangat dari seluruh peserta yang kompak dan bersemangat.

Senam Gesit ini menjadi bagian dari program baru PR Fatayat NU Mojopurowetan sebagai langkah awal sosialisasi gerakan sadar hidup sehat di kalangan perempuan muda NU dan masyarakat umum.

Selain untuk menjaga kesehatan jasmani, kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk dakwah nyata atau dakwah bil hal, bahwa organisasi keagamaan seperti Fatayat NU juga peduli terhadap kesejahteraan fisik dan psikis para anggotanya.

Ketua PR Fatayat NU Mojopurowetan Noviya Arini Hikmah berharap, kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pola hidup sehat secara kolektif.

“Senam Gesit bukan hanya tentang bergerak secara fisik. Tetapi juga gerakan sadar untuk hidup sehat, aktif dalam organisasi, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin yang mampu menginspirasi para perempuan muda NU untuk lebih peduli terhadap kesehatan, kebersamaan, dan pemberdayaan,” kata sahabat Nofi, sapaaannya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan dobrakan baru di masa kepengurusan yang sedang berjalan. Ia berharap Senam Gesit bisa terus berlangsung rutin setiap Jum’at pertama dan ketiga setiap bulannya. Bahkan, nantinya ia ingin berkembang menjadi gerakan massal perempuan sehat tingkat desa.

“Fatayat NU harus menjadi pelopor. Sebagai perempuan dan kader Fatayat NU, kita harus sehat. Ketika Fatayat sehat, maka semua potensi yang kita miliki bisa dieksplorasi secara maksimal. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat semangat kaderisasi, menjadi ruang silaturahmi, dan mempererat peran perempuan dalam membangun Mojopurowetan yang sehat dan berdaya,” tandasnya.

Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat solidaritas antaranggota, menjaring kader baru, serta membentuk citra Fatayat NU sebagai organisasi yang dinamis, aktif, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan perempuan.

Dengan semangat sehat dan kejbersamaan dalam bingkai nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, Senam Gesit diharapkan menjadi ikon baru pergerakan perempuan muda Mojopurowetan yang bugar, aktif, dan produktif di semua lini kehidupan.

Penulis: Ahmad Mubarok
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment