CERME | NUGres – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cerme melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu), menyelenggarakan Madrasah Amil, Ahad (15/2/2026), di Aula KH Harun Thohir, YPI Darussalam Cerme, Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus NU, ranting, serta calon amil zakat wilayah setempat.
Antusiasme peserta dalam kegiatan Madrasah Amil ini terbilang sangat tinggi. M. Dzikir Thoriq, selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa panitia awalnya menargetkan 80 peserta. Namun, jumlah pendaftar justru membludak hingga mencapai 150 orang.
“Kami menargetkan 80 peserta, namun alhamdulillah yang mendaftar mencapai sekitar 150 peserta. Ini menunjukkan besarnya semangat warga NU untuk belajar dan menjadi amil zakat yang profesional dan sesuai syariat,” ujar Dzikir Thoriq.
Dalam sesi materi pertama, KH Fathoni Muhammad, Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PCNU Gresik, menyampaikan seputar fiqih zakat. Ia menjelaskan pengertian zakat, jenis-jenis zakat, serta kategori penerima zakat yang dikenal dengan delapan Asnaf (golongan yang berhak menerima zakat).
Dalam pemaparannya, KH Fathoni menegaskan pentingnya legalitas dalam pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa menjadi amil yang tergabung dalam Lazisnu memberikan rasa aman karena telah memiliki legalitas hukum.
“Jika kita menjadi amil yang ber-SK, maka zakat fitrah dari muzaki sah dan berhak kita kelola. Namun jika hanya sebagai panitia zakat, maka harus lebih berhati-hati, terutama terkait keabsahan zakat yang diterima,” ujarnya.
Suasana semakin cair ketika KH Fathoni melontarkan pertanyaan kepada peserta, “Enak mana jadi panitia atau jadi amil?” yang spontan dijawab serempak oleh peserta, “Enak jadi amil,” disambut gelak tawa seluruh hadirin.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Moh. Rofi’i Boenawi, Sekretaris sekaligus Direktur NU Care Lazisnu Jawa Timur, yang akrab disapa Gus Fi’i. Ia memaparkan tata kelola NU Care Lazisnu ke depan sebagai gerakan kemandirian NU dalam membangun kemaslahatan umat.
Menurut Gus Fi’i, Lazisnu sebagai lembaga amil syar’i harus dikelola secara profesional dan akuntabel.
“Lazisnu wajib memiliki laporan yang bisa dipertanggungjawabkan. Seng paling gampang gaweo kwitansi, semua terekap dan bisa dilaporkan secara jelas. Ngunu seng keren,” tuturnya dengan gaya khas yang disambut antusias peserta.
Melalui kegiatan ini, MWCNU Cerme Gresik bersama NU Care Lazisnu Cerme mengajak seluruh ranting NU untuk menghidupkan gerakan S3 (Sedekah Seribu Sehari) sebagai upaya membangun kemandirian jam’iyyah. Kegiatan Madrasah Amil ini juga menjadi bagian dari RTL Madrasah Amal, yakni penerapan zakat fitrah, zakat mal, dan sedekah secara berkelanjutan.
Penulis: Arif Fahrudin Insani
Editor: Chidir Amirullah

