Program LPK Omah Masyarakat Berdaya Gresik Tuai Apresiasi dan Harapan, Dorong Warga Nahdliyin Siap Kerja secara Berkelanjutan

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Omah Masyarakat Berdaya Gresik di bawah naungan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Gresik mulai menggelar Pelatihan Perawatan Sistem AC di Gedung PCNU Gresik pada Senin, 27 Oktober 2025. Foto: dok LKKNU Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Setelah resmi diperkenalkan ke publik beberapa waktu lalu, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Omah Masyarakat Berdaya Gresik di bawah naungan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Gresik mulai menggelar Pelatihan Perawatan Sistem AC di Gedung PCNU Gresik pada Senin, 27 Oktober 2025.

Sebanyak 16 peserta dari 16 MWCNU (kecamatan) di Kabupaten Gresik mengikuti pelatihan berbasis kompetensi ini. Kegiatan berlangsung selama 18 hari, mulai 27 Oktober hingga 15 November 2025.

Ketua LKKNU Gresik, M. Hisyam, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk keseriusan lembaga dalam memberdayakan masyarakat secara nyata.

“Ini menjadi keseriusan kami dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik, khususnya warga nahdliyin. Peserta yang lulus nantinya akan kami berdayakan sebagaimana mestinya. PCNU hadir tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendukung penyaluran tenaga kerja dan kegiatan maintenance ke berbagai perusahaan di Gresik,” ungkapnya kepada media, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, kerja sama antara PCNU dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik merupakan komitmen bersama untuk menurunkan angka kemiskinan serta meningkatkan kesadaran industri (melek industri).

“Kami ingin membangun masyarakat Gresik agar tidak gagap industri. Para peserta akan mendapatkan materi yang berkualitas dan sertifikat BNSP. Dengan pelatihan seperti ini, peserta akan siap kerja dan siap menjadi tenaga profesional,” tegasnya.

Selain fokus pada bidang teknis seperti perawatan sistem pendingin udara, LPK Omah Masyarakat Berdaya Gresik juga merancang berbagai program pelatihan lainnya.

“Insyaallah di bulan November kami akan mengadakan pelatihan Artificial Intelligence (AI) selama 14 hari untuk memperluas kompetensi peserta di era digital,” tambahnya.

Wakil Ketua PCNU Gresik, Dr. H. A. Syifaul Qulub, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. Ia menyoroti data terbaru yang menunjukkan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 49 ribu orang.

“Ini menjadi bahan muhasabah bagi kita. Sudah dua sampai tiga tahun terakhir saya hadir di berbagai forum seperti IPNU dan Fatayat, dan selalu saya bilang kita tidak boleh berhenti hanya pada penguatan ideologi Aswaja, tetapi juga harus memperluas paradigma menuju pemberdayaan dan kemandirian ekonomi,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa NU harus hadir dengan pendekatan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan melalui penguatan madrasah vokasi dan pelatihan berbasis kompetensi.

“Keseriusan saudara adalah keseriusan kami. Kesungguhan saudara untuk belajar dan meningkatkan kemampuan adalah bagian dari semangat kebangkitan warga Nahdliyin yang harus terus digelorakan,” tuturnya.

Pelatihan perdana ini juga dihadiri sejumlah perwakilan pengurus MWCNU se-Gresik. Mereka memberikan apresiasi dan berharap kegiatan inovatif seperti ini terus diselenggarakan.

Ketua MWCNU Cerme, Ustadz Harianto, M.Pd., menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan dapat membuka peluang kerja bagi warga NU.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa menarik potensi lapangan pekerjaan yang ada di Kabupaten Gresik, khususnya warga Gresik yang mayoritas warga NU. Harapannya pelatihan seperti ini sering dilaksanakan, lebih-lebih merangkul dinas terkait sehingga pelatihan ini mendapatkan arah yang jelas dari segi kemanfaatan, dan hasil output dari kegiatan ini bisa dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bendahara MWCNU Kebomas, Sugeng Prayitno, yang menilai pelatihan ini sangat baik, terutama dalam menjangkau kalangan muda Nahdliyin yang masih banyak belum bekerja.

“Pelatihan ini diharapkan bisa berkesinambungan, sehingga bisa menambah ilmu dan wawasan bagi seluruh warga Nahdliyin di Kabupaten Gresik. Semoga Omah Masyarakat Berdaya Gresik bisa bekerja dengan baik dengan stakeholder, baik di perusahaan maupun lainnya. Sehingga para peserta yang ikut pelatihan bisa langsung bekerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal penting dalam membangun sumber daya manusia Gresik yang tangguh dan siap bersaing di dunia kerja.

“Memulai itu sedikit dari puncak, tapi ada banyak hal yang harus kita awali dari bawah. Melalui pelatihan ini, kita sedang membangun pondasi peningkatan SDM. Banyak perusahaan besar di Gresik, tapi apakah semua orang harus masuk industri? Warga Gresik harus bisa menangkap peluang kerja yang ada, baik di sektor formal maupun mandiri,” ujarnya.

Sebelumnya, saat Resepsi Hari Santri Nasional 2025 pada 23 Oktober 2025 lalu peluncuran LPK Omah Masyarakat Berdaya Gresik dilakukan. Dalam prosesi launching tersebut apresiasi diberikan oleh anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Mifathul Azis, melalui video singkat.

“Semoga LPK ini mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja yang ada di Gresik. Semoga keberadaan LPK ini mampu memberikan manfaat dan berkah, khususnya untuk angkatan kerja di Kabupaten Gresik,” ucapnya dalam tayangan video peluncuran.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment