BENJENG | NUGres – Mengisi momentum Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Benjeng menggelar kegiatan ziarah ke makam para waliyullah yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk syiar keagamaan sekaligus sarana memperkuat spiritualitas di kalangan kader muda NU perempuan.
Pemberangkatan rombongan dilakukan dari Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Benjeng yang menjadi titik kumpul peserta. Ketua PAC Fatayat NU Benjeng, Sahabat Lilik Afni, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa keberkahan dan mempererat ikatan antaranggota Fatayat NU di seluruh ranting wilayaha Kecamatan Benjeng, Gresik.
“Ziarah waliyullah Jawa Tengah ini merupakan salah satu program dakwah PAC Fatayat NU Benjeng yang sudah kami rancang sejak awal tahun,” ungkap Sahabat Lilik, Selasa (1/7/2025) pagi.
Ia juga menekankan, pentingnya meneladani perjuangan para wali dalam menyebarkan Islam dengan pendekatan yang penuh kasih dan kebijaksanaan.
Kegiatan ziarah ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Senin hingga Selasa, 1–2 Juli 2025. Seluruh peserta tampak antusias dan bersemangat saat dilepas keberangkatannya. Dalam suasana penuh kekhidmatan, doa-doa dipanjatkan agar perjalanan berjalan lancar dan seluruh rombongan diberi keselamatan hingga kembali ke tanah Gresik.
“Dengan memohon ridho Allah SWT serta karomah dari para waliyullah, kami berharap ziarah ini membawa dampak ruhani yang positif bagi diri kami, keluarga, dan organisasi,” tutur Sahabat Lilik sembari menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya program ini.
Rombongan terdiri dari 60 peserta, yang merupakan gabungan dari pengurus PAC, ketua-ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Benjeng, serta sejumlah elemen NU lainnya yang turut mendukung dan mengawal kegiatan ini. Kebersamaan mereka menggambarkan semangat kolektif dalam menjalankan tradisi keislaman khas Nahdlatul Ulama.
Ziarah ini tidak hanya menjadi perjalanan fisik ke makam para wali, tetapi juga menjadi perjalanan batin yang mengingatkan kembali akan pentingnya istiqamah dalam berjuang di jalan dakwah. Di tengah arus zaman yang cepat berubah, Fatayat NU Benjeng terus berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman ahlussunnah wal jamaah kepada para kadernya melalui pendekatan spiritual.
Editor: Chidir Amirullah

