Semarak Peringatan Hari Batik Nasional di Gresik, Anak-Anak Belajar Cinta Budaya Lewat Warna dan Ekspresi

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Suasana memperingati Hari Batik Nasional di RA Muslimat (RAM) NU 54 Al Karimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Rabu (29/10/2025). Foto: Syafik Hoo/NUGres

GRESIK | NUGres – Semangat mencintai warisan budaya bangsa tampak semarak di sejumlah lembaga di Kabupaten Gresik. Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025 di bulan Oktober, dua lembaga yang berfokus pada pendidikan anak usia dini di Gresik menggelar kegiatan bertema batik dengan cara yang kreatif, edukatif, dan melibatkan langsung peran orang tua.

Di Kecamatan Balongpanggang, Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Balongpanggang menyelenggarakan lomba membatik bagi anak-anak RA Kelompok B beserta orang tuanya. Kegiatan yang digelar di Aula Masjid KH Robbach Ma’sum, kawasan Islamic Center Gresik, pada Rabu (29/10/2025) pagi itu berlangsung meriah. Sebanyak 105 siswa dan 105 orang tua dari seluruh RA di wilayah Balongpanggang turut serta, membawa suasana penuh warna dan keceriaan.

Ketua IGRA Balongpanggang, Hj. Kholifah Khusnan, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba seni, melainkan sarana pendidikan karakter dan budaya.

“Kegiatan pagi ini bertujuan memupuk kasih sayang antara anak dan ibu, sekaligus mengenalkan budaya Indonesia, yaitu batik,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas TK-RA Kecamatan Balongpanggang, Sri Wahyuningsih, menegaskan pentingnya memperkenalkan batik kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya.

“Batik adalah warisan budaya nusantara yang wajib kita lestarikan dan perkenalkan kepada anak-anak sejak dini,” tuturnya.

Nilai edukatif kegiatan ini terlihat dari antusiasme anak-anak yang belajar mengenal motif, warna, dan makna di balik setiap goresan batik. Para orang tua pun berperan aktif mendampingi, menjadikan momentum ini sebagai pembelajaran lintas generasi tentang cinta budaya.

Di Kecamatan Balongpanggang, Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Balongpanggang menyelenggarakan lomba membatik bagi anak-anak RA Kelompok B beserta orang tuanya. Kegiatan yang digelar di Aula Masjid KH Robbach Ma’sum, kawasan Islamic Center Gresik, pada Rabu (29/10/2025)
Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Balongpanggang menyelenggarakan lomba membatik bagi anak-anak RA Kelompok B didampingi orang tuanya, di Aula Masjid KH Robbach Ma’sum kawasan Islamic Center Gresik, pada Rabu (29/10/2025). Foto: Samsul Arif/NUGres

Di tempat lain, semarak Hari Batik Nasional juga digelar oleh RA Muslimat (RAM) NU 54 Al Karimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Anak-anak bersama orang tua mereka tampak antusias menuangkan ekspresi di atas buku gambar masing-masing. Suasana penuh warna dan tawa menandai semangat anak-anak dalam mengenal batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO.

Kepala RAM NU 54 Al Karimi, Suwaibatul Aslamiyah, S.Pd, yang akrab disapa Neng Miya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya batik sebagai identitas bangsa sekaligus sarana melestarikan dan mempromosikan budaya nusantara.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mengembangkan kreativitas dan bakat siswa, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai batik dalam pendidikan sekolah. Semoga sejak dini anak-anak mengenal dan mencintai batik sebagai bagian dari jati diri bangsa,” ujarnya.

Seperti diketahui, penetapan Hari Batik Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009. Sedangkan pada 2 Oktober 2009 Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) secara resmi mengakui Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Dari Balongpanggang hingga Dukun, gema peringatan Hari Batik Nasional 2025 di Gresik bukan hanya menjadi perayaan simbolik, melainkan gerakan nyata untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak usia dini. Melalui tangan-tangan mungil dan goresan warna-warni, batik kembali hidup sebagai bahasa cinta yang menyatukan anak, orang tua, dan tanah airnya.

Penulis: Samsul Arif/Syafik Hoo
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment