Study Karya SMP YPI Darussalam 1 Cerme Gresik ke Yogyakarta Diawali Ziarah Muassis NU di Tebuireng Jombang

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Study Karya SMP YPI Darussalam 1 Cerme Gresik ke Yogyakarta Diawali Ziarah Muassis NU di Tebuireng Jombang. Foto: dok SMP YPI Darussalam 1 Cerme/NUGres

GRESIK | NUGres – SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Gresik, sukses menyelenggarakan kegiatan Study Karya ke Yogyakarta pada 9–10 Januari 2026. Kegiatan pembelajaran luar kelas ini terasa istimewa karena diawali dengan ziarah ke makam para Muassis Nahdlatul Ulama (NU) di Kompleks Pemakaman Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, sekaligus dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU Tahun Masehi.

Rombongan yang terdiri atas murid kelas VIII, didampingi bapak dan ibu dewan guru, staf, serta karyawan SMP YPI Darussalam 1 Cerme, melaksanakan ziarah dengan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang bertujuan menanamkan nilai-nilai ke-NU-an, kebangsaan, serta keteladanan para ulama dan tokoh bangsa kepada para murid.

Setibanya di Kompleks Makam Keluarga Besar Tebuireng, rangkaian ziarah diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru pendamping. Para murid mengikuti seluruh prosesi dengan tertib dan penuh penghormatan sebagai wujud takzim kepada para ulama yang telah berjasa besar bagi agama, NU, dan bangsa Indonesia.

Ziarah difokuskan ke makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, Rais Akbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sekaligus Pahlawan Nasional. Para murid mendapatkan penjelasan mengenai peran besar KH. Hasyim Asy’ari dalam pengembangan dunia pesantren, perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta lahirnya Resolusi Jihad yang menjadi tonggak penting dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain itu, para murid juga dikenalkan dengan sosok KH. Wahid Hasyim, putra Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. KH. Wahid Hasyim dikenal sebagai anggota Tim Sembilan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan Menteri Agama pertama Republik Indonesia. Keteladanan beliau dalam memadukan nilai keislaman dan kebangsaan menjadi pelajaran berharga bagi para murid sebagai generasi penerus bangsa.

Selain doa bersama di makbarah Keluarga Pondok Pesantren Tebuireng Ireng, siswa SMP YPI Darussalam 1 Cerme Gresik mendapatkan penjelasan mengenai Muassis NU. Foto: dok SMP YPI Darussalam
Selain doa bersama di makbarah Keluarga Besar Tebuireng, siswa SMP YPI Darussalam 1 Cerme Gresik diajak meneladani perjuangan Muassis NU serta para tokoh yang telah wafat. Foto: dok SMP YPI Darussalam 1 Cerme/NUGres 

Dalam kesempatan itu, siswa juga diperkenalkan dengan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden Republik Indonesia ke-4. Gus Dur dikenal sebagai tokoh NU yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Di makam Gus Dur, para murid diajak merenungi pentingnya hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan.

Selain berziarah ke makam para tokoh utama NU, rombongan juga mendoakan seluruh keluarga dan dzurriyah yang dimakamkan di Kompleks Pemakaman Tebuireng sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka dalam membesarkan NU dan bangsa Indonesia.

Kepala SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Ustadz Harianto M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari pendidikan karakter sekaligus penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Menurutnya, melalui ziarah Muassis NU, para murid tidak hanya mengenal NU sebagai organisasi, tetapi juga memahami sejarah perjuangan para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi agama dan negara.

“Kegiatan ziarah Muassis NU ini merupakan bagian dari pendidikan karakter dan penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Melalui kegiatan ini, kami ingin para murid tidak hanya mengenal NU sebagai organisasi, tetapi juga memahami sejarah perjuangan para ulama yang telah berkontribusi besar bagi agama dan negara. Ini adalah pembelajaran nyata yang tidak selalu bisa diperoleh di dalam kelas,” ujarnya.

Salah satu guru pendamping menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan sikap tawadhu dan kecintaan kepada ulama sejak dini. Dengan berziarah langsung ke makam para pendiri NU, nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan semangat juang diharapkan dapat lebih mudah tertanam dalam diri para murid.

“Ziarah ini kami harapkan mampu menumbuhkan sikap tawadhu dan kecintaan kepada ulama sejak dini. Dengan berziarah langsung ke makam para pendiri NU, nilai keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat juang para ulama akan lebih mudah tertanam dalam diri para murid,” tuturnya.

Kesan mendalam turut dirasakan oleh para murid. Salah seorang murid kelas VIII mengaku bangga dan terharu dapat mengikuti ziarah ke makam para pendiri NU.

“Saya merasa bangga dan terharu bisa berziarah ke makam para pendiri NU. Dari kegiatan ini, saya menjadi lebih memahami sejarah NU dan perjuangan para ulama. Semoga kami dapat meneladani akhlak serta semangat perjuangan mereka,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan Study Karya dan peringatan Harlah 1 Abad NU ini, SMP YPI Darussalam 1 Cerme berharap para murid semakin mencintai NU, menghargai jasa para ulama, serta memiliki semangat belajar dan berkhidmah untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan. Ziarah Muassis NU ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama di tengah generasi muda menuju abad kedua NU.

Penulis: Maulidiyah Rizka Arifiyati, S.Pd.
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment