KEDAMEAN | NUGres – Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU Syarif Hidayatullah di bawah naungan Yayasan Syarif Hidayatullah, Dusun Kemuning, Desa Menunggal, menjadi contoh nyata masifnya gerakan pelajar Nahdlatul Ulama di tingkat madrasah di wilayah Kedamean, Gresik.
Komisariat ini telah berdiri sejak tahun 2019 dan hingga kini tetap istiqamah menjalankan roda organisasi sebagai bagian dari badan otonom Nahdlatul Ulama. Konsistensi tersebut menjadikan PK IPNU IPPNU Syarif Hidayatullah sebagai wadah kaderisasi unggul yang telah melahirkan banyak kader berprestasi, baik di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kedamean maupun di tingkat Pengurus Cabang IPNU IPPNU Gresik.
Madrasah ini dikenal memiliki program yang menanamkan jiwa kepemimpinan dan semangat berorganisasi di kalangan siswanya. Atmosfer positif itu turut membentuk karakter pelajar yang aktif, berdaya saing, dan berkomitmen terhadap perjuangan organisasi.
Sebagai bukti nyata keberlanjutan organisasi, PK IPNU IPPNU Syarif Hidayatullah melaksanakan pelantikan pengurus baru periode 2025–2026 pada akhir September lalu, diikuti oleh seluruh siswa-siswi, dewan guru, serta staf dan karyawan sekolah.
Kepala MTs Syarif Hidayatullah, rekan Abdul Kholik, M.Pd., yang juga merupakan mantan Ketua IPNU tingkat ranting hingga PAC Kedamean, menyampaikan rasa bangganya atas semangat regenerasi di lingkungan madrasah.
“Sebagai kepala sekolah sekaligus bagian dari keluarga besar IPNU, saya merasa bangga melihat semangat siswa-siswi kami yang terus menjaga tradisi organisasi ini. Dulu saya berjuang di tingkat ranting hingga PAC, kini saya melihat semangat itu tumbuh kembali di lingkungan madrasah,” ungkapnya, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, IPNU dan IPPNU bukan hanya organisasi pelajar, melainkan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan
“Kami ingin setiap siswa memiliki rasa tanggung jawab dan keikhlasan dalam berkhidmah. Dari sinilah generasi penerus NU ditempa sejak dini,” imbuhnya.
Tak berselang lama dari pelantikan tersebut, PK IPNU IPPNU Syarif Hidayatullah juga menggelar Rapat Kerja (Raker) pada 11–12 Oktober 2025. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari perwakilan Ketua PAC IPNU IPPNU Kedamean, dilanjutkan arahan dari kepala sekolah, serta sesi pengarahan teknis dan penguatan motivasi.
Perwakilan Ketua PAC IPNU IPPNU Kedamean turut mengapresiasi semangat kaderisasi yang ditunjukkan oleh para pelajar di bawah bimbingan madrasah ini.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja dan semangat kader-kader di PK IPNU IPPNU Syarif Hidayatullah. Mereka bukan hanya aktif, tapi juga menjadi inspirasi bagi komisariat lain di wilayah Kedamean,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, rekan Sugiarto, S.Pd., alumni Ketua PC IPNU Gresik, turut memberikan motivasi dan penguatan semangat perjuangan.
“Sudah saatnya IPNU IPPNU di tingkat sekolah dan madrasah menjadi garda depan dalam mengembangkan jamiyah Nahdlatul Ulama. Mereka bukan hanya pelajar, tetapi calon pemimpin masa depan NU,” tegasnya.
Ia juga menilai PK IPNU IPPNU Syarif Hidayatullah merupakan contoh ideal bagi lembaga pendidikan lain.
“Komisariat ini bisa menjadi teladan bagi sekolah-sekolah di wilayah Kedamean. Semangat mereka menunjukkan bahwa pelajar NU mampu berorganisasi dengan profesional dan penuh dedikasi,” tambahnya.
Lebih jauh, rekan Sugiarto mendorong agar madrasah-madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU mulai menjadikan IPNU dan IPPNU sebagai organisasi resmi pelajar, menggantikan OSIS.
“Ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata khidmah dan tekad untuk menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sejak dini. Dengan niat dan semangat khidmah yang tinggi, dakwah dan pengembangan organisasi pelajar NU akan terus berkembang di lingkungan pendidikan,” pungkasnya.
Dengan semangat yang terus tumbuh di kalangan pelajar, PK IPNU IPPNU Syarif Hidayatullah membuktikan bahwa kaderisasi dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama dapat dimulai dari ruang-ruang madrasah, dan dari sana pula akan lahir generasi penerus jamiyah yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Penulis: M. Jaka Satria
Editor: Chidir Amirullah

