Ansor Banser Gresik Tegaskan Satu Komando Menjaga Marwah Organisasi, Ulama dan Kiai

M. Mudzakir - NUGres M. Mudzakir - NUGres
Ansor Banser Gresik Tegaskan Satu Komando Menjaga Marwah Organisasi, Ulama dan Kiai. Foto: dok PC GP Ansor Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Gresik menegaskan komitmennya dalam menjaga marwah organisasi sesuai dengan komando Pimpinan dan Instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua PC GP Ansor Gresik, M. Ludfi Khambali Abdillah menandaskan bila kondisi di Kabupaten Gresik sekalipun terbilang kondusif dalam menyikapi persoalan dan polemik terkait nasab. Namun, sebagai bentuk sikap organisasinya, ia menandaskan tegak lurus sesuai dengan Instruksi Pimpinan Pusat GP Ansor dan PBNU.

“Kami tegas dalam satu komando satu barisan dalam menjaga marwah organisasi dan menjaga ulama juga kedaulatan bangsa Indonesia, sesuai dengan instruksi Pimpinan dan PBNU,” ungkapnya kepada media ini, Rabu (4/6/2025) malam.

Dikatakannya, sejarah telah mencatat bahwa lahirnya organisasi Ansor dan Banser ialah untuk membentengi para ulama, para kiai-kiai Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Maka siapa pun yang menggangu, apalagi berani menghina para ulama dan kiai kami, lebih-lebih itu adalah Rais Aam PBNU, maka jangan salahkan Ansor Banser kalau turun tangan,” tandasnya.

Lebih lanjut, kendati saat ini lanjut sahabat Ludfi terjadi banyak guncangan yang ingin mendegradasi gerakan. Ia menegaskan kader Ansor Banser tetap utuh dan patuh dalam garis perjuangan sebagai benteng ulama, dan tetap tegak lurus mengikuti arahan dan intruksi Pimpinan.

Ia mengajak kepada seluruh kader untuk memperkuat persatuan, menjaga marwah organisasi, dan mewaspadai gerakan yang dapat memecah belah.

“Satu komando, satu barisan. Jaga organisasi, rawat persatuan, dan teguhkan komitmen berjam’iyyah,” pungkasnya.

Instruksi PBNU Terkait Polemik Nasab

Sementara melansir pemberitaan NU Online, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada Nahdliyin untuk bersikap bijak dan mengedepankan adab yang tertuang dalam Surat Instruksi Nomor 3975/PB.01/A.II.08.47/99/06/2025 yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf pada Senin (2/6/2025) itu.

“Hendaknya perbedaan pendapat yang terjadi dapat disikapi dengan bijaksana, penuh kearifan dan menghindarkan semangat permusuhan, serta tetap mengedepankan adab dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan serta ahli-ahlinya,” demikian bunyi instruksi tersebut. PBNU juga meminta kepada para pengurus dan kader NU untuk menjadikan khittah NU sebagai dasar pikiran sebagai cerminan perseorangan dan organisasi.

“Hendaknya seluruh fungsionaris pengurus dan kader Nahdlatul Ulama senantiasa berpegang teguh pada Khitthah Nahdlatul Ulama sebagai landasan berfikir, bersikap dan bertindak warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta dalam setiap proses pengambilan keputusan,” demikian tulis artikel berjudul Terkait Polemik Nasab, PBNU Minta Nahdliyin Bersikap Bijak dan Kedepankan Adab“, tersebut dikutip NUGres, Rabu (4/6/2025) malam.

Penulis: M. Mudzakir
Editor: Chidir Amirullah

1 Comment