Oleh: Chidir Amirullah
KOLOM KALEM | NUGres – Dalam era digital yang tampil serba visual, tren penggunaan video sinematik sebagai proses media dokumentasi kegiatan instansi semakin banyak disajikan.
Tayangan berdurasi pendek, dengan sentuhan estetika berupa transisi halus, komposisi visual menarik, serta iringan musik menggunakan “beat-beat” dramatik, menjadi pilihan populer dalam menyampaikan aktivitas kelembagaan.
Secara visual, video sinematik memang mampu membangkitkan daya tarik dan memperkuat citra institusi.
Namun, perlu menjadi perhatian bersama, apakah pesan dan informasi yang terkandung di dalamnya benar-benar dapat dipahami oleh publik?
Salah satu tantangan utama dari video sinematik adalah minimnya konten informatif. Banyak video menampilkan suasana kegiatan secara impresif, namun tidak menjelaskan secara memadai tentang tujuan, pelaksanaan, hingga capaian dari kegiatan tersebut.
Hal ini berpotensi membuat video hanya sekadar menjadi pajangan visual yang indah, namun hampa makna.
Dalam konteks kelembagaan, dokumentasi visual seharusnya tidak hanya menekankan sisi estetika, tetapi juga mampu menyampaikan substansi kegiatan secara akurat dan komunikatif.
Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan unsur sinematik dengan kesesuaian naratif, seperti menambahkan teks keterangan yang jelas, menyisipkan kutipan dari pimpinan atau peserta, serta merancang alur video berdasarkan tahapan kegiatan.
Video yang baik bukan hanya menarik secara visual, namun juga mengedukasi. Menyajikan informasi atas apa yang telah dilakukan oleh instansi.
Maka, pemanfaatan video sinematik hendaknya tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi sarana komunikasi publik yang efektif.
Salah satu dampak yang sering luput dari perhatian adalah hilangnya unsur literasi dalam video sinematik.
Sehingga ketika visual disajikan tanpa konteks naratif yang memadai, publik rentan mengalami misinterpretasi atau bahkan tidak memahami esensi dari kegiatan yang ditampilkan.
Literasi bukan hanya soal membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami isi pesan melalui struktur informasi yang jelas dan bertanggung jawab.
*Chidir Amirullah, Sejak Maret 2022 nyantri dan berkhidmat di NUGres Media Official PCNU Gresik

