Back to Turats Warnai Rangkaian Peringatan Hari Santri 2025 RMI MWCNU Bungah Gresik

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Merawat turats menjadi salah satu spirit dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang bakal diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungah. Foto: Instagram @RMI NU Bungah Gresik/NUGres

BUNGAH | NUGres – Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungah, Kabupaten Gresik, menggelar berbagai rangkaian kegiatan di sejumlah titik wilayah Kecamatan Bungah.

Kegiatan dimulai dengan Kick Off HSN 2025 yang berlangsung pada Selasa, 1 Oktober 2025, di Aula RSI Mabarrot MWCNU Bungah. Setelah itu, berbagai agenda akan terus digelar sepanjang bulan Oktober dengan melibatkan pesantren, santri, serta masyarakat umum.

Agenda berikutnya adalah Bazar Ansor HSN 2025 yang dijadwalkan pada 10–19 Oktober di Lapangan Gembus. Dilanjutkan dengan kegiatan Back to Turats pada 12 Oktober di Pondok Pesantren Robithotul Asyfiya’, serta Lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) pada 16 Oktober di Pondok Pesantren Nurul Hidayah.

Tak hanya itu, RMI MWCNU Bungah juga mengadakan Lomba Futsal antar-santri pada 18–19 Oktober di Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Puncak peringatan akan ditandai dengan Upacara Hari Santri Nasional pada 22 Oktober di Lapangan Gembus, bertepatan dengan momentum peringatan nasional.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut hingga akhir bulan melalui Festival Al-Banjari dan Gebyar Sholawat yang digelar pada 29 Oktober 2025 di Pondok Pesantren Nurul Hidayah.

Pendaftaran lomba dapat dilakukan secara langsung di Kantor Sekretariat RMI MWCNU Bungah atau melalui tautan resmi panitia. Biaya pendaftaran setiap kegiatan berkisar antara Rp50.000 hingga Rp120.000, menyesuaikan dengan jenis perlombaan. Sementara technical meeting dijadwalkan pada 12 Oktober 2025 di Kantor MWCNU Bungah. Batas pendaftaran lomba MHQ, MQK, dan futsal berlangsung pada 1–11 Oktober, sedangkan Festival Al-Banjari dibuka hingga 22 Oktober 2025.

Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di era modern.

Ketua RMI MWCNU Bungah, H. Nailul Muna, menjelaskan bahwa semangat Hari Santri Nasional 2025 dirangkum dalam tagline “Merawat Turats, Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Robithotul Asyfiya’ ini, merawat turats (warisan keilmuan klasik Islam) bertujuan membumikan tradisi ngaji dengan mengutamakan sanad keilmuan yang jelas.

“Dengan gerakan Back to Turats, diharapkan warga Nahdliyin sebagai santrinya Mbah Hasyim mau terus ngaji kitab-kitab karya ulama melalui para kiai, gus, nyai, ning, dan asatidz dengan sanad keilmuan yang jelas dan mutawatir,” ujarnya kepada NUGres, Sabtu (4/10/2025) sore.

Lebih lanjut, Gus Muna — sapaan akrabnya — menegaskan bahwa kejelasan sanad keilmuan akan membawa keberkahan dan kemanfaatan ilmu yang lebih besar. Warga NU, katanya, tentu berharap diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim, dan salah satu wujudnya adalah dengan terus mengaji kitab melalui jalur sanad yang benar.

“Harapan lainnya, kajian kitab turats ini tidak hanya digelar di kalangan pesantren, tetapi juga di berbagai jam’iyyah di lingkungan NU. Misalnya, pada majelis Diba’an Fatayat di tingkat ranting hendaknya disertai dengan kajian kitab turats atau karya para masyayikh terdahulu,” pungkasnya.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment