MANYAR | NUGres – Sebagai bentuk khidmat dan pelayanan kepada umat, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU Gresik) menggelar kegiatan Pembinaan Takmir Masjid dan Mushala, Ahad (20/7/2025), bertempat di Masjid Thohiron Mubarokan Desa Sembayat Kecamatan Manyar, Gresik.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 175 peserta yang berasal dari berbagai takmir masjid dan mushala se-Kabupaten Gresik. Dalam pertemuan rutin kali ini, LTMNU Gresik mengangkat dua tema sentral yakni “Masjid-Mushala sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Masjid-Mushala Ramah”.
Acara dibuka oleh Katib Syuriyah PCNU Gresik, KH Abdul Malik. Dalam sambutannya, Kiai Malik menekankan pentingnya meneladani prinsip-prinsip Rasulullah Saw dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berperadaban, dengan masjid sebagai poros utamanya.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Cabang LTMNU Gresik, H. Nasichun Amin menyampaikan latar belakang dan urgensi tema yang diusung. Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga harus menjadi pusat penguatan ekonomi umat dan pembangunan sosial masyarakat.
Hadir sebagai narasumber utama, Sekretaris LTMNU Jawa Timur, Dr KH Moh. Nur Ibadi yang mengulas secara mendalam konsep pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
Sesi dilanjutkan oleh Nur Yaqin dari Komunitas Gresik Kota Sehat yang memaparkan prinsip dan praktik masjid ramah lingkungan.
Antusiasme peserta tampak sangat tinggi. Masjid nyaris penuh, mencerminkan semangat para takmir dalam mengikuti materi dan diskusi yang interaktif.
Salah satu yang menarik dari kegiatan ini adalah pembagian sabun cair buatan rumah tangga yang dikemas dalam botol bekas air mineral. Inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan BUMM (Badan Usaha Masjid Makmur) yang digagas oleh LTMNU Gresik.
“Sabun ini adalah contoh sederhana bagaimana masjid bisa mulai mandiri secara ekonomi, dengan memproduksi kebutuhan dasar jamaah,” jelas Nasichun Amin. Ia berharap, para takmir bisa segera menerapkan ide ini di lingkungan masing-masing.
Di akhir kegiatan, LTMNU Gresik juga mendorong masjid dan musholla agar menjadi ruang yang inklusif: ramah difabel dan lansia, ramah anak dan remaja, ramah lingkungan, serta ramah bagi musyafir.
Selain itu, takmir didorong untuk terus memakmurkan masjid dengan mendaftarkan majelis taklim yang dimiliki serta bersinergi dengan MWCNU dan penyuluh agama KUA setempat.
Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah

