PAC GP Ansor Panceng Gresik Gelar Musker II, Dorong Ketahanan Pangan melalui Budidaya Pepaya California

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Panceng menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker) II pada Sabtu, (31/1/2026), canangkan program ketahanan pangan. Foto: dok PAC GP Ansor Panceng/NUGres

PANCENG | NUGres – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Panceng sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker) II pada Sabtu, (31/1/2026), bertempat di Aula LPI Sunan Giri Prupuh, Kecamatan Panceng. Kegiatan ini menjadi istimewa karena dilaksanakan bertepatan dengan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), momentum satu abad khidmah NU untuk agama, bangsa, dan negara.

Musyawarah Kerja II PAC GP Ansor Panceng mengusung tema “Revitalisasi Gerakan: Optimalisasi Pemberdayaan Kader dan Penguatan Kemandirian Organisasi”. Tema ini merefleksikan tekad GP Ansor Panceng untuk terus berbenah, memperkuat soliditas kader, serta menghadirkan gerakan organisasi yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga berdampak secara sosial dan ekonomi.

Peserta Musker II berasal dari jajaran Pengurus PAC GP Ansor Panceng yang meliputi unsur Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Rijalul Ansor, serta perwakilan Pimpinan Ranting se-PAC Panceng dari unsur yang sama. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan komitmen kolektif dalam membangun organisasi.

Rangkaian kegiatan Musyawarah Kerja diawali dengan acara pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan laporan realisasi program kerja pengurus selama satu tahun terakhir. Dalam sesi ini, pengurus menyampaikan capaian, tantangan, serta evaluasi atas berbagai program yang telah dijalankan, baik di bidang kaderisasi, keorganisasian, sosial kemasyarakatan, hingga penguatan ideologi.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja satu tahun ke depan melalui mekanisme rapat komisi. Setiap komisi membahas bidangnya masing-masing secara mendalam, merumuskan program prioritas, serta menyusun strategi pelaksanaan yang realistis dan berkelanjutan. Hasil rapat komisi selanjutnya dibawa ke forum rapat pleno untuk dibahas, disempurnakan, dan ditetapkan sebagai keputusan bersama Musyawarah Kerja.

Jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Panceng mengabadikan momen dengan berfoto bersama di sela-sela gelaran Musker II. Foto: dok PAC GP Ansor Panceng/NUGres
Jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Panceng mengabadikan momen dengan berfoto bersama di sela-sela gelaran Musker II. Foto: dok PAC GP Ansor Panceng/NUGres

Secara garis besar, Musyawarah Kerja II ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja pengurus dalam merealisasikan program kerja selama satu tahun sebelumnya, sekaligus merancang arah gerak organisasi beserta strategi implementasi program untuk satu tahun ke depan. Evaluasi dan perencanaan ini dilakukan agar GP Ansor Panceng mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai perjuangan NU.

Salah satu keputusan penting dan menjadi sorotan dalam Musker II PAC GP Ansor Panceng adalah dicanangkannya Program Ketahanan Pangan sebagai program unggulan organisasi. Program ini dirancang sebagai bentuk ikhtiar nyata Ansor dalam mendorong kemandirian organisasi sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Adapun program ketahanan pangan tersebut akan direalisasikan melalui penanaman pepaya California, yang dinilai memiliki nilai ekonomis dan potensi pengembangan yang baik.

Keseriusan PAC GP Ansor Panceng dalam menjalankan program ini ditunjukkan dengan presentasi gagasan oleh Fathur Rahman Saeri, seorang Petani Millenial sekaligus pemerhati lingkungan yang juga aktif sebagai kader GP Ansor. Dalam sesi pemaparan, ia menyampaikan potensi besar pertanian dengan mengembangkan budidaya Pepaya California. Dalam paparan tersebut, yang bersangkutan menyampaikan rencana teknis mulai dari pemilihan bibit unggul, pengolahan lahan, pola tanam, perawatan, hingga estimasi hasil panen dan peluang pasarnya.

Paparan tersebut disambut dengan antusias oleh seluruh peserta. Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan, kritik, serta saran yang muncul dari kader Ansor, Banser, dan Rijalul Ansor. Antusiasme ini menjadi indikator kuat bahwa kader GP Ansor Panceng siap bergerak dari wacana menuju aksi nyata.

Ketua PAC GP Ansor Panceng, Niam Shofi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musyawarah Kerja bukan sekadar kegiatan administratif tahunan, melainkan ruang konsolidasi ide dan gerakan.

“Musyawarah Kerja ini adalah momentum untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat. Terlebih dilaksanakan bertepatan dengan Harlah ke-100 NU, ini menjadi pengingat bagi kita bahwa khidmah harus diwujudkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Niam Shofi menyampaikan harapannya agar Program Ketahanan Pangan ini dapat menjadi embrio kemandirian ekonomi organisasi sekaligus sebagai sarana pemberdayaan kader serta aksi nyata realisasi program “Ansor Patriot Ketahanan Pangan” yang telah dibuka dan diresmikan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor.

“Program penanaman pepaya California ini kami harapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dikelola secara serius. Selain melatih kader agar produktif dan mandiri secara ekonomi, program ini juga menjadi bentuk kontribusi Ansor Panceng dalam menjawab isu ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan. Ke depan, kami ingin program ini tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat nyata bagi kader serta masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan konsistensi seluruh jajaran pengurus dan kader dalam mengawal hasil-hasil Musyawarah Kerja agar tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi terimplementasi secara nyata di lapangan.

Dengan terselenggaranya Musyawarah Kerja II PAC GP Ansor Panceng, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan ini semakin meneguhkan perannya sebagai motor penggerak kader muda yang militan, mandiri, dan solutif. Semangat satu abad NU menjadi energi tambahan bagi GP Ansor Panceng untuk terus berkhidmah, berinovasi, dan berkontribusi bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment